Langsung ke konten utama

Lazada Indonesia Tempat Beli Handphone yang Aman




Beli gadget sekarang ini sudah segampang beli jilbab atau pakaian ya. Tinggal pencet beberapa tombol dan bisa langsung melakukan pembayaran terus menunggu barang datang. Waktu facebook awal booming, membeli handphone secara online sangat tidak disarankan, sebab banyak yang menawarkan handphone dengan harga miring banget tapi ternyata yang nawarin Si Tuti alias tukang tipu.

Temen saya pernah tuh ketipu beli handphone di sebuah akun facebook. Tentunya banyak orang nggak mengira bakalan tertipu, kalau sejak awal sudah waspada tentunya nggak akan mudah buat ditipu. Harga yang mereka tawarkan memang sangat menggiurkan. Diembel-embel mendapatkan diskon sekian persen tentunya sangat sayang untuk dilewatkan. Celah yang dimanfaatkan oleh banyak penipu ini untuk beraksi. Setelah uang dikirim mereka pun hilang dan mencari korban yang baru.

Alhamdulillah saya sendiri suka waspada saat melihat harga handphone yang dikasih diskon. Soalnya harga handphone tuh antara satu penjual dan penjual lainnya nggak bakalan jauh bedanya. Makanya saya mendingan belinya agak mahal 100-200ribu tapi aman. Nah gimana kalau nengok diskonnya di Lazada Indonesia?

Ini sih tempat yang aman buat belanja. Nggak bakalan ada yang kabur saat kita habis transfer sejumlah uang. Cocok banget buat kamu yang pengen beli gadget dengan harga diskon. Iya lho di Lazada banyak handphone yang ada diskonannya. Lumayan hemat nih buat yang suka gonta-ganti gadget. Suami saya pasti suka nih. Soalnya beberapa waktu lalu androidnya rusak dan pengen ganti.

Mendingan saya pesen di Lazada diem-diem, jangan sampai dia tahu, terus belinya pake nama dia. Begitu barang datang pasti dia kaget ada yang kirim handphone buat dia. Saya sih mau belanjanya nunggu flashsale nanti. Ada smartphone yang mau dateng nih temen-temen. Masih ditandai dengan coming soon. Udah kayak film aja ya ada coming soonnya. Jangan sampai kehabisan ya buat penggemar smartphone RedMi. Suami bakalan suka kayaknya sama smartphone yang ini. Udah nggak sabar deh...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan