Langsung ke konten utama

JNE: Yakin Esok Sampai?

JNE memang sekarang ini banyak sekali digunakan oleh masyarakat di Indonesia untuk kirim-mengirim barang. Selama ini saya sendiri cukup terpuaskan dengan pelayanan mereka. Ada banyak sekali paket yang saya kirim menggunakan JNE. Entah itu menggunakan JNE OKE, REGULER, atau bahkan kadang YES.

Nah, tarif JNE YES ini memang paling mahal dibandingkan yang lain. Karena memberikan garansi uang kembali jika barang tidak sampai ke tangan penerima dalam waktu yang cepat, yakni esoknya dihitung dari pengiriman barang. Saya sebenarnya jarang menggunakan JNE YES ini. Sebab saya jarang sih butuh barang buru-buru.

Kebetulan Jumat kemarin seorang teman butuh buku buat ujian skripsi. Ujian hari Senin pagi. Otomatis buku paling nggak Minggu sudah di tangan. Tak ingin terlalu mepet jadinya saya memutuskan untuk menggunakan pengiriman JNE YES supaya barang tiba pada hari Sabtu jika dikirim hari Jumat.

Saya tunggu sampai malam. Tak ada paket yang tiba hari Sabtu itu. Padahal saya sudah menerima email kalau barang tersebut sudah sampai di Pontianak hari Sabtu. Harusnya pihak JNE langsung mengantarnya. Malamnya suami saya ke sana petugas gudang barang sudah pulang dan barang tak bisa diambil. Itu artinya barang tidak kami terima sesuai pengiriman yang kami pilih.

Hari Minggu saya tunggu sampai sore. Tak kunjung datang juga paket tersebut. Akhirnya saya meminta suami saya sekali lagi datang ke sana dan mengambil paket tersebut. Tahu apa alasan mereka saat memberikan paket tersebut?

'Barang bapak ketimpa sama barang lain, jadi nggak keliatan.'

Hello!!!! Itu alasan paling nggak profesional yang pernah saya dengar sepanjang saya menggunakan jasa pengiriman JNE. Oke apa pun alasannya harusnya pihak JNE memberikan penggantian uang tanpa perlu klaim. Suami saya sampak datang sekali lagi ke JNE untuk mengklaim dan uang hanya bis dikembalikan pada pihak pengirim. Jelas-jelas ongkos kirim saya yang bayar melalui pihak penjual buku.

Begini ya JNE, kalian menjual jasa, dan orang yang menggunakan jasa kalian membayar sejumlah uang. Berikan hak mereka sesuai dengan apa yang mereka bayarkan.

Tahu nggak fakta menarik lainnya? Tiba-tiba ada mention saya dihari itu untuk menanyakan tentang kapan paket saya dikirim. Sebab dia juga dikirimi paket dihari yang sama tapi sampai Minggu malam belum tiba di rumahnya. Padahal sama-sama menggunakan JNE YES.

Jika memang pihak JNE overload, nggak perlu pasang tarif YES apalagi sampai garansi uang kembali. Toh ujung-ujungnya prosesnya berbelit-belit dan menyulitkan konsumen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan