Langsung ke konten utama

Honda Scoopy The One And Only Selalu di Hati


Nggak terasa sudah dua tahun lebih berkendara menggunakan honda scoopy. Eh kok ngomongin motor nih tanteeeh? Sesekali boleh dong ya review otomotif? Walaupun pada akhirnya yang banyak mengurus si merah hitam itu tetep suami. Saya tahu make aja. Bagian perawatan dan kebersihan tetap bagian suami. Review kali ini boleh banget nih buat ReviewBlibli.com yang ternyata menyediakan sepeda motor lho teman-teman. Ya ampun nggak kebayang ya beli sepeda motor online. Tapi pas liat harganya sudah jauh sekali dengan scoopy yang saya gunakan selama ini.

Kendaraan yang satu ini memang paling istimewa buat saya. Karena si scoopy ini adalah sepeda motor matic pertama saya. Dulu selalu dilarang sama orang tua buat beli matic. Katanya boros bahan bakar. Ih tapi pas sudah pake scoopy ternyata nggak lho. Malah rasanya irit banget. Saya bahkan pernah membawa sepeda motor ini untuk pulang ke kampung halaman. Saya pernah pake sepeda motor untuk pulang kampung dan badan saya rasanya retak-retak sampai di rumah. Retak-retak? *pikirin sendiri aja deh*

Berat sepeda motor Honda Scoopy ini sangat pas kalau buat saya. Soalnya nggak ringan tapi nggak berat-berat banget, sebenarnya banyak yang bilang berat sih. Hehehe... tapi dengan berat seperti ini sepeda motornya lebih stabil. Soalnya pernah tuh bawa sepeda motor yang lebih ringan dan pas dibawa ngebut rasanya melayang, nggak stabil. Beda jauh sama Honda Scoopy yang pernah saya kebut sampai 80km/jam. Stabil lho.

Sudah dua tahun usianya tapi Honda Scoopy yang saya gunakan ini masih awet lho. Bunyi mesinnya juga masih kayak baru pertama kali saya menggunakannya. Selain memang selalu pake pertamax, olinya rutin diganti, dan suami rajin ngecek kondisinya. Belum pernah mogok lho sepeda motor saya ini. Mantep kan? Apa karena ini sepeda motor keluaran Honda ya?

Waktu pertama kali Honda mengeluarkan scoopy sebenarnya saya sudah naksir berat dengan tampilannya. Apalagi keluarga saya fanatik banget dengan sepeda motor Honda. Pokoknya mau model apa pun asal Honda, bakalan dipilih deh dibandingkan sepeda motor yang lain. Sebelum pake Scoopy saya juga pake sepeda motor Honda lama yang alhamdulillah juga awet banget dan sangat menyenangkan mengendarainya. Padahal saya termasuk orang yang tak begitu pandai mengendarai sepeda motor. Sekadar bisa aja. Nabrak orang? Pernah dong. Dulu waktu belum pake Honda Scoopy.

Sekarang Honda Scoopy muncul lagi model barunya. Ahhhh bikin mupeng. Liat harganya masih kuatlah dibandingkan sepeda motor Honda yang lain. Masih lumayan terjangkau. Tapi karena motor saya masih dalam kondisi sangat baik ya nggak begitu mikir buat beli lagi sih. Walaupun naksir tuh sama scoopy keluaran terbaru Honda. Kamu suka sepeda motor yang mana dari Honda?
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan