Langsung ke konten utama

Terarah dengan Jadwal


Kayaknya saya harus menyusun jadwal harian yang lebih spesifik jika memang ingin mencapai target yang saya butuhkan di dalam keseharian saya. Seperti apa yang harus saya lakukan setiap jamnya. Sayang aja ya kalau waktu terbuang percuma dan saya terus berada di dalam sarang yang tidak nyaman ini. Saya harus keluar dari zona nyaman dan memaksa diri saya untuk lebih disiplin dalam menghargai waktu. Apalagi blog ini mulai terbengkalai. Blog lainnya jangan ditanyakan lagi apa nasibnya.

Menyedihkan juga kan kalau harus melihat ada blog yang kosong padahal bisa diisi lebih banyak tulisan. Sayang sudah membayar sewa domain setiap tahun tapi tidak dimanfaatkan bukan?

Saya ingat lagi dengan seseorang yang bahkan mencatat berapa kali dia harus tersenyum dengan orang asing. Saya pernah juga mencoba tersenyum dengan orang asing dan ujung-ujungnya malah diundang ke kamar hotelnya. Widiwwww...

Itulah terkadang yang membuat saya akhirnya menjaga jarak dengan orang. Mengapa mereka harus mengartikan senyuman saya sebagai sebuah ajakan kencan?

Jam bangun saya juga tidak tentu sekarang ini. Kalau ngantuk saya suka teledor menghabiskan berjam-jam di tempat tidur. Banyak hal yang belum saya capai. Target saya tertinggal jauh di belakang. Sedangkan saya sudah punya anak laki-laki yang mau tak mau menuntut tanggung jawab dari saya.

Saya tak ingin terkurung di dalam zona nyaman ini terus-terusan. Apalagi banyak sekali orang yang membantu saya untuk menyelesaikan hal-hal yang tak berkaitan dengan pekerjaan yang sedang saya lakoni. Seharusnya saya tidak lalai dengan waktu yang ada. Lima menit pun berharga dan bisa saya manfaatkan untuk menyelesaikan tulisan di blog bukan?
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma