Langsung ke konten utama

Telur Asin Ayam


Telur atau telor asin memang bisa menjadi senjata yang sangat berharga di dapur. Tinggal rebus dan siap santap tanpa perlu menambahkan bumbu apa pun. Terutama untuk orang yang kayak saya. Agak susah kalau disuruh masak makanan yang banyak menggunakan bumbu. Sukanya ya tumisan dan rebusan saat harus menyiapkan makanan buat di rumah. Tapi kadang harga telur asin suka nggak masuk akal deh. Hahahah keluar deh otak emak-emaknya.

Saya suka telur asin masalahnya. Kalau sekali makan habis dua biji berarti harus keluar uang lebih banyak. Sebutir telur asin kisaran harganya 2.800-3.000 untuk telur asin bebek, anggap 3.000 deh yang saya beli, kalau makan dua berarti 6.000 kan? Itu harga untuk telurnya doang. Makanya sekarang saya selalu sedia telur asin di rumah. Biar lebih irit bikinnya pake telur ayam.

Banyak yang nggak yakin kalau telur ayam juga bisa dibikin telur asin. Padahal telur mah sama aja. Bahkan saya jadi kepikiran buat bikin telur burung puyuh asin. Percobaan yang kecil itu nanti deh. Soalnya sekarang mau fokus bikin telur ayam aja yang mau diasinkan.

Terus kepikiran juga soal banyaknya rumah makan yang ada di Pontianak. Terutama rumah makan padang. Mereka selalu punya menu telur asin tuh. Gimana ya caranya supaya saya bisa jadi pemasok telur asin di tempat mereka. Wih kalau saya bisa menguasai pasaran telur asin buat rumah makan, keuntungan yang banyak sudah terbayang di depan mata. Sebab mereka pasti butuh banyak sekali telur asin.

Apakah ada perbedaan antara telur asin ayam dan telur asin bebek?

Menurut saya sih dari segi rasa nggak jauh beda. Cuma aroma telur bebek sama ayam aja yang membedakannya. Nah kalau telur ayam juga lebih kecil dari telur bebek. Harga tentu aja lebih murah telur ayam. Bahkan bisa lebih murahnya jauh banget. Ada musim-musimnya dan ada istilah telur cuci juga yang dijual dengan harga sangat murah.

Istilah telur cuci akan saya jelaskan di postingan yang lain ya! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan