Langsung ke konten utama

Studio Foto di Pontianak yang Cocok Buat Bayi


Biasanya teman-teman yang di Pontianak berfoto di studio mana? Kakak ipar saya kemarin cerita kalau dia foto keluarga di sebuah studio foto tarifnya 50.000 hanya untuk satu dua kali jepret dan selesai. Kemudian dicetak satu dari hasil foto tersebut. Ya gayanya cuma satu itu deh. Nggak macem-macem gaya apalagi ganti-ganti baju. Jangan harap deh.

Pernah mikir nggak mau bawa bayinya ikut berfoto? Kebayang repotnya bawa bayi sambil antri di studio foto? Susah lho mau cari studio foto yang mau nungguin bayi kita senyum atau bahkan menyusu dulu sambil jeda sesi foto.

Sebagai orang tua yang baru punya satu anak ini dilema. Apalagi saya ingin dia berfoto dengan beragam gaya yang dia bisa. Kalau perlu semua baju lucu miliknya dipakein terus diambil satu-satu fotonya. Untungnya ada studio yang bisa memenuhi keinginan saya itu. Studio Viapuccino. Terletak di Jalan Karimata No. 25 Pontianak. Jalan Karimata itu yang berseberangan dengan Jalan Johar.

Aduh foto di situ bikin nagih banget. Pelayanannya juga menyenangkan. Raza dapet banyak sekali foto. Lebih dari 150 kali jepret. Berbagai gaya dan boleh istirahat nyusu dulu lho. Puas banget deh foto di situ. Fotografernya juga sabar banget. Satu gaya bisa puluhan kali jepret hanya untuk mengambil foto Raza yang sedang tersenyum.

Lebih dari satu jam di sana akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Ada banyak gaya sih terutama untuk Raza. Ada foto kami bertiga, berdua, dan tentu saja Raza sendirian juga ada.

Tahun depan rencananya lebaran nanti mau ngajak keluarga saya dan suami untuk berfoto di studio ini lagi. Supaya bisa banyak gaya. Banyak formasi. Misalnya bapak-bapaknya semua. Anak-anak semua. Foto kelurga kecil masing-masing dan masih banyak yang lainnya. Sudah nggak sabar nunggu Raza besar dan membawanya ke sini.

Studio foto di Pontianak belum banyak lho yang kayak gini. Apalagi soal pelayanan. Susah deh ngedapetin pelayanan yang memuaskan dari studio foto. Kadang kita suka nggak puas dengan hasil foto yang diambil kan?

Daripada bingung mau foto di mana mendingan di Viapuccino Studio aja!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan