Langsung ke konten utama

Review Produk Oriflame


Baiklah mulai sekarang akan lebih banyak menulis tentang produk yang ada di Oriflame. Jadi selain review produk makanan atau tempat traveling yang menyenangkan, produk Oriflame juga bakalan saya review di blog ini. Jumlahnya setiap bulan ya bergantung pada kondisi. Maklum sekarang kegiatan seabrek harus mengikuti jadwal Raza. Pokoknya semuanya bisa dikerjakan setelah Raza.

Raza is number one dong ya! Nggak ada deh yang bisa membuat dia dinomorduakan. He is my gravity.

Jadi di blog ini saya tidak hanya akan berbagi mengenai bagaimana cara menghasilkan uang dari rumah dan tentu saja membangun bisnis yang tidak main-main dari rumah. Sebab di Oriflame, kita beneran serius bisa dapetin uang yang sesuai dengan hasil kerja kita. Walaupun sekarang semakin marak saja bisnis abal-abal yang dibentuk hanya untuk menguntungkan satu atau dua pihak saja. Kasihan sih sebenarnya sama orang yang terjebak dalam money game dan ujung-ujungnya malah jadi rugi sendiri atau diri sendiri untung tapi merugikan orang lain.

Saya ingat betul ada yang bermain money game dan menyatakan bahwa itu bisnis baginya. Saat saya katakan bahwa money game yang dia jalankan akan merugikan dirinya atau orang lain dia dengan enteng bilang bahwa dia tidak rugi karena modalnya sudah kembali. Nah berarti yang dia rugikan adalah orang yang mengirimkan sejumlah uang padanya. Katanya lagi yang lebih mengerikan buat saya adalah dia tak peduli orang lain rugi yang penting dirinya untung.

Bukankah yang namanya perdagangan tidak ada yang dirugikan? Sama-sama mendapatkan manfaat dari perdagangan yang dijalankan?

Mau tak mau orang yang seperti ini harus dijauhi. Sehingga saya tak perlu berpikir panjang untuk menghapus akun bbmnya dari akun saya. Takut rasanya berteman dengan orang yang tak takut dirinya membuat orang lain rugi asalkan dirinya untung. Padahal kan seharusnya kita sama-sama membuat teman-teman lain juga untung dari bisnis yang kita tawarkan.

Mengapa saya memilih Oriflame? Temukan alasannya di sini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan