Langsung ke konten utama

I Miss The Old Time

Waktu ternyata bukan bergerak pelan. Sangat cepat seperti terbang. Rasanya baru kemarin saya berhasil menyelesaikan tantangan menulis hingga 12 postingan sehari. Sekarang sudah hampir dua tahun berlalu dan kecepatan menulis saya menurun jauh sekali. Jauh. Sebab sekarang saya lebih banyak berpikir sebelum menulis. Tak seperti dulu yang tak peduli apa tanggapan orang mengenai tulisan saya. Bahkan mau curhatan colongan pun dituliskan. Terlepas dari bermanfaat atau tidak nantinya.

Kalau tak terlalu banyak mikir sih sebenarnya bisa menulis banyak ya, tapi malu juga sudah berumur begini masih aja curcol di blog sendiri. Bagian yang tidak saya inginkan juga sekarang ini adalah terlalu banyak pamer di blog. Sebab saya rasa dulu kehadiran orang yang tak menyukai saya karena saya terlalu banyak pamer di blog ini dan membuat orang lain kesal. Mau dia iri atau tidak sih itu hanya dia yang tahu. Saya tak bisa mengatakan bahwa dia iri makanya dia benci sama saya.

Sebab belum tentu orang yang membenci kita itu iri sama kita lho. Bisa aja dia jauh lebih baik dari kita dan tidak suka ada orang yang sifatnya kayak kita. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja mengubah pribadi kita menjadi lebih baik. Sebab sayang saja kalau kita membiarkan diri kita seperti 'apa adanya' dan tak ingin berubah karena kita merasa bahwa 'inilah kita'. Tak perlu berubah buat orang lain.

Memang sih kita tak perlu berubah kalau alasannya hanya supaya orang suka. Kita harusnya berubah menjadi pribadi yang lebih baik karena kita sayang sama diri kita. Sebab kita punya banyak orang yang juga sayang sama kita. Dalam keadaan menyebalkan aja mereka bisa sayang sama kita apalagi kalau kita berubah jadi yang lebih baik bukan?

Kekosongan di beberapa tanggal sekarang juga mau tak mau harus diisi sesuai dengan komitmen saya sejak dulu bahwa saya akan selalu mengisi blog ini setiap hari. Keteteran sih iya. Apalagi sekarang internet yang saya gunakan bukanlah Wigo melainkan layanan yang ada di smartphone saya. Lumayan kenceng dibanding Sp*** jadinya sekarang bisa lebih cepat memosting tulisan.

Beda dengan beberapa waktu sebelumnya yang masih ngotot aja pakenya Tri. Padahal harga paketnya juga nggak jauh beda, ngapain maksain buat pake Tri yang sekarang lelet banget kan?

Ah saya hanya rindu dengan waktu-waktu dulu. Saat masih ngeblog pake laptop butut. Internet nebeng di kantor. Pake modem yang paketnya 35.000/bulan. Banyak sekali yang saya rindukan. Ternyata lewat begitu aja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan