Langsung ke konten utama

Dodol Cengkarok Long Dare


A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on



Dodol memang banyak sekali jenisnya. Satu di antaranya adalah dodol cengkarok yang sering dibuat mertua saya. Dodol Cengkarok. Dibuat menggunakan santan kelapa, gula merah, dan juga tepung ketan kasar yang berasal dari beras yang dioseng.

Dodol Cengkarok buatan mertua saya agak kasar berasnya jadi saat dimakan akan ada sensasi grutuk-grutuk-nya. Beda dengan dodol cengkarok pada umumnya yang terlalu halus tepung berasnya sehingga terkesan lica' atau leca'. Leca' tuh lembek gitu, jadi mirip dodol ketan biasanya.

Karena saya rasa dodol cengkarok buatan mertua saya ini sedap tak terkira *hehehe ini lebay amat bahasanya* saya jadi mencoba promosi ke facebook. Lumayan lho ternyata yang beli. Tanggapannya juga positif semua. Bahkan banyak yang repeat order. Sayangnya sih dodol cengkarok ini nggak tahan lama. Jadi mertua hanya akan bikin kalau ada yang pesan. Made by order gitu deh.

Dodolnya dibungkus dengan plastik bening. Dibentuk bulat panjang. Sebatangnya dijual dengan harga 25.000 saja, beratnya sekitar 250gram. Ada rencana buat bikin bungkus yang lebih bagus lagi sebenarnya. Biar lebih menarik tapi karena saya masih bingung mau bungkus seperti apa ya masih dibungkus pake kotak mika gitu deh. Stikernya juga saya rencanakan untuk dibuat supaya ada brand-nya.

Apabila dinamakan 'Dodol Cengkarok Long Dare' bagus nggak ya? Atau pake brand 'Honeylizious' aja? Ada saran? Logo belum dibikin sih, masih dalam perencanaan.

Ngomong-ngomong soal logo, banyak website yang katanya ngasih 'free logo' tapi pas mau diunduh ternyata musti bayar. Gratisnya itu hanya bikin kalau untuk memiliki mah tetep ya bayar aja. Kemaren bikin logo buat tugas mata kuliah Public Relation, ternyata tidak bisa diunduh. Karena itu saya screen capture aja gambarnya biar nggak perlu bayar. Hihihi...

Teman-teman sendiri sudah pernah makan dodol cengkarok belum?
A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on


Order: 085654626686
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan