Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Printer Canon IP2770 yang Masuk Angin



Inilah yang selalu menjadi masalah printer yang memiliki infus terutama printer Canon IP2770. Printer Canon IP2770 yang masuk angin sebenarnya bisa diatasi dengan mudah asalkan kita mau memperbaikinya. Kalau mau yang praktis sih tinggal dibawa ke tukang service printernya aja. Namun sebagai orang yang sejak kecil suka mempreteli barang elektronik dan jarang ada yang bener saya tertantang untuk memperbaikinya sendiri.

Ternyata printer yang masuk angin infusnya mudah sekali memperbaikinya. Apalagi ada tutorialnya dalam bentuk video yang bisa kita lihat langsung. Bonusnya si tutor berbahasa Indonesia lho... Apa nggak keren banget tuh tutorialnya?

Alat yang dibutuhkan juga pasti kita punya. Sebab alatnya hanya suntikan tinta yang pasti kita dapatka setiap membeli tinta. Nggak mungkin nggak ada bonus suntikan. Hehehehe...

Sebelumnya saya kepikiran untuk menyedot angin tersebut dari selang infus menggunakan mulut lho, tapi saya urungkan karena membayangkan akan sulit menghilangkan tinta yang ada di mulut. Seram juga kalau sampai ada tinta yang ketelan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bisa-bisa saya nggak akan duduk di sini dan menuliskan ini.

Meniupnya tabung infusnya juga tak perlu pake mulut kita. Karena kita bisa menggunakan suntikan tersebut untuk meniupnya. Videonya ada di bawah ini, silakan ditonton langsung aja ya. Nggak panjang kok videonya hanya 4 menitan dan sangat mudah diaplikasikan walaupun untuk pemula yang sedang belajar memperbaiki infus printernya di rumah. Kayak saya contohnya.


Printer yang selang infusnya kemasukan angin itu sangat menyebalkan karena nantinya saat kita printkan, tulisannya akan putus-putus bahkan tidak keluar sama sekali. Buat yang pengen cepat ngeprint tugasnya pastinya akan sangat sebal harus berhadapan dengan printer yang seperti ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan