Langsung ke konten utama

Blogger SEPOK


Sebenarnya semua orang juga punya sisi 'sepok'-nya. Ketika pertama kali mengalami sesuatu, mau tak mau ada bagian diri kita yang merasa terlalu excited sama hal tersebut yang berujung pada yang namanya sepok. Sepok sih familiar terdengar saat orang Melayu Pontianak berkomunikasi. Jadi jangan heran banyak yang suka menyebut kata-kata ini ketika teman-teman berkunjung ke Pontianak. Entah itu seperti berikut ini.

“Iiiiih sepok kau nih...”
“Sepoknyeeee....”

Bahasa sederhananya sih norak. Hehehe...

Oiya di Pontianak penyebutan 'kau' bukan seperti orang Batak ya, melainkan disebut sampai 'u'-nya. 'Kau' dibunyikan sebagai 'ka-wu'. Kasar sih ya tapi sudah biasa di sini. Terutama seumuran atau untuk menyebut orang yang lebih muda dari kita.

Di dunia perbloggeran pun ada kok istilah sepok alias baru nemu. Norak karena baru tahu. Saya juga gitu dulu. Nggak mikirin apa yang saya bagikan akan bermanfaat buat orang atau enggak. Orang lain sudah tahu atau belum. Sehingga terlihat banget sih saya sepok-nya selama ngeblog. Dari judul tulisan saya yang lama juga saya yakin kesepokan saya terlihat sangat jelas bagi blogger yang sudah menggeluti 'bisnis' ini bertahun-tahun.

Barangkali mereka hanya akan tersenyum sambil geleng-geleng kepala kalau mampir ke blog ini. Ya kali blogger yang sudah kawakan akan mampir ke sini. Siapa tahu aja tersesat, ke sini.

Ketika membaca tulisan orang yang masih sepok dibaca sepo' seperti pada bapak dengan dunia tertentu saya juga sekarang senyum-senyum sendiri. Bukan menertawakan orang tersebut melainkan menertawakan diri sendiri. Saya pasti pernah sepok juga. Bahkan jangan-jangan lebih sepok lagi dari mereka.

Apakah sepok dosa?

Enggak dong. Itukan karena kita belum tahu aja. Lalu dilihat oleh orang yang sudah tahu dan menganggap bahwa kita norak. Itu aja sih. Selama noraknya tidak melanggar hukum agama atau negara ya nggak masalah dong ya....

Itu sebabnya saya senang sekali membaca tulisan lama, hanya untuk mengingat bahwa saya pernah sesepok itu dulunya. Tingkatan-tingkatan sepok pasti berbeda...

 

Komentar

  1. Sepok bise juga disebut dengan nama desa kami. Desa Sepok Laut, Sungai KaKAP.

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma