Langsung ke konten utama

Blazer Buat Muslimah


Haiyaaaa gimana ya, lagi cari blazer tapi mahal kalo belinya di mall. Mau ke Sudirman tapi nggak ada waktu banyak, suka nggak tega ninggalin Raza lama-lama. Saya sih lagi cari blazer yang cocok dikenakan oleh muslimah. Terutama untuk yang bekerja kantoran. Walaupun sebenarnya saya sekarang masih ngantornya di rumah sih. Saya butuh buat mata kuliah Etika Profesi aja sih. Selain itu buat simpenan kalau suatu hari butuh pakaian yang agak formal. Kali-kali aja kan ada acara yang harus saya hadiri dan menuntut pakaian yang formal.

Lucu deh kalau hari Kamis tiba. Banyak teman-teman yang mengenakan pakaian formal dan beberapa di antaranya terlihat seperti pegawai bank. Sehingga saya takjub melihat perubahannya. Blazer membuat mereka terlihat lebih formal dan elegan. Nyesal juga kemarin nggak beli pas waktu belum punya Raza. Sekarang sudah tak bisa banyak keluar rumah. Bukan karena Razanya rewel sih. Saya yang suka khawatir ninggalin dia terlalu lama.

Saya juga sedang memikirkan untuk mengganti rok putih yang merupakan seragam saya dengan rok putih yang lebih mengembang supaya lebih mudah saat mengendarai sepeda motor.

Kalau nggak ada blazer yang unik sih saya rasa kemeja juga nggak masalah. Apalagi sebenarnya dosennya nggak maksain kita harus pake blazer. Setiap pertemuan saya selama ini pakenya kemeja aja sih belum pake blazer sama sekali. Hanya pengen tampil beda kayak teman-teman di kampus.

Sepatu juga sudah yang ada tumitnya yang cukup tinggi. Ambil yang paling minimal sih. Sebab saya tak terbiasa menggunakan sepatu dengan heels yang terlampau tinggi. Tapi teman-teman saya ada yang pakenya 10-15cm gitu. Waw, kayaknya kalau saya bakalan kehilangan keseimbangan deh. Sepatu yang 5cm tumitnya aja saya pake pas duduk. Saat akan menuruni tangga ke kelas berikutnya saya mah ganti pake sendal aja. Apalagi Kamis itu kelas kedua di lab komputer. Dosennya nggak cerewet soal penampilan.

Etika profesi ini membuat saya mendapatkan pengetahuan baru. Banyak pengetahuan baru yang awalnya sama sekali tak saya ketahui. Benar-benar mata kuliah yang mencerahkan. Terutama di bagian penampilan. Hehehehe...

Teman-teman sendiri selama kuliah ada ketemu mata kuliah seperti ini? Ada saran nggak blazer seperti apa yang paling cocok buat saya? Soalnya saya belum pernah pake blazer lagi setelah dulu sempat pake pas ngajar di sebuah sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan