Langsung ke konten utama

Tips Merawat Alat-Alat Make Up



Setiap harinya saya memang menggunakan make up untuk berdandan sehingga saya punya beberapa alat make up untuk memudahkan saya mendandani diri saya sendiri. Ngomong-ngomong soal alat make up nih ada perawatan tersendiri yang harus dilakukan. Ini untuk menjaga kebersihannya sebab alat-alat makeup yang digunakan pastinya mengandung kotoran dan jika digunakan di wajah akan menimbulkan masalah yang baru. Kotoran yang ada di alat-alat make up bisa jadi adalah sisa make up kita sendiri, sel kulit yang sudah mati, debu, atau juga keringat kita sendiri. Sehingga butuh pembersihan untuk memastikan alat make up yang kita miliki aman untuk digunakan.

Kalau kita membiarkan kotoran terus menempel di alat-alat makeup yang selalu kita gunakan setiap hari nantinya kotorannya bisa pindah ke kulit wajah kita lho. Ini yang nantinya bisa menyebabkan kulit berjerawatan, gatal, atau bahkan penyakit kulit yang lainnya. Teman-teman tentunya nggak kepengen muncul masalah seperti ini bukan? Nah buat yang selama ini kurang memperhatikan kebersihan dari alat make upnya sudah saatnya ya untuk memberikan waktu khusus untuk membersihkan semua alat make up di rumah.

Tips membersihkan alat-alat make up nggak perlu cari yang mahal-mahal kok. Ada beberapa produk perawatan wajah atau tubuh bahkan rambut yang bisa kita gunakan sebagai pembersihnya. Simak daftarnya berikut ini.

  1. Facial Foam atau Sabun Wajah
    Kandungan facial foam sangat lembut untuk wajah kita. Tentu saja ini juga akan sangat aman untuk alat make up yang akan kita bersihkan.
  2. Shampoo
    Pembersih lainnya yang bisa digunakan adalah shampoo terutama shampoo bayi karena memang mengandung kelembutan yang aman untuk peralatan make up.
  3. Minyak Zaitun dan Sabun Cuci Piring
    Dua bahan ini apabila dicampurkan juga bisa jadi solusi yang baik untuk membersihkan alat-alat make up. Sabun cuci piring mengandung antibakteri dan minyak zaitun bsia sebagai pelembut dan tidak akan merusak alat make up kita.


Sekarang cara membersihkannya. Khususu untuk alat make up yang beruap kuas atau sikat dapat dibasahi dulu dengan air hangat yang mengalir. Jangan direndam ya teman-teman, karena kotoran tak bisa menghilang kalau hanya direndam. Selain itu proses perendaman juga bisa membuat bulu kuas mudah sekali rontok. Bersihkan kuas dengan menempatkannya di bawah kucuran air. Ini akan membuat kotoran hilang bersama aliran air yang membasahinya. Pastikan hanya bulu kuas yang kena air bukan gagangnya. Sebab biasanya gagang kuas dibuat dari logam dan bisa membuat karatan jika terkena air.

Lalu alat yang berupa sponge dapat dibersihkan dengan membasahi seluruh bagiannya dan bubuhkan pembersih. Lalu ditekan-tekan hingga keluar busanya. Kalau sudah bersih bilas dengan air mengalir. Letakkan semua peralatan yang sudah dicuci untuk mengeringkannya secara alami. Tidak perlu menggunakan pengering. Pastikan semua alatnya sudah benar-benar bersih sebelum digunakan. Sebab penggunaan alat make up yang masih lembab bisa membuatnya menjadi bau. Perawatan alat make up paling ideal dilakukan sebulan sekali minimalnya. Namun penggunaan yang lebih sering tentu saja lebih sering juga perawatannya.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan