Langsung ke konten utama

Tanya Jawab Masalah Properti?


Memiliki properti seperti memiliki pisau yang punya dua mata. Ada sisi positif dan negatifnya dengan memiliki properti. Paling sering sih yang terjadi adalah masalah sengketa properti. Apalagi jika sejak awal yang berhak terhadap sebuah properti terlalu ramai. Ini bisa berakibat buruk dalam hubungan sebuah keluarga. Bahkan gara-gara properti bisa memutuskan ikatan kekeluargaan karena persengketaan di dalamnya. Sudah banyak berita yang ditayangkan di televisi yang menampilkan akibat negatif dari sengketa properti. Bahkan seakan tak peduli dengan ikatan keluarga yang terjalin sebelumnya, tak peduli jika yang dituntut adalah orang tuanya atau saudaranya sendiri.

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika memiliki sebuah properti. Sehingga properti nantinya akan memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan manusia. Berikut hal-hal tersebut.

  1. Masalah Legalitas
    Nah ini adalah permasalahan yang paling sering menimbulkan persengketaan di dalam sebuah keluarga. Kelegalan sebuah properti. Sebenarnya kalau sudah bersangkutan dengan yang namanya properti seharusnya kita memperlakukan keluarga sebagai orang lain. Sehingga kita benar-benar bisa menimbang dari sisi hukum secara benar. Bukannya melakukannya dengan pembatasan karena nilai kekeluargaan. Banyak sudah orang yang akhirnya menyengketakan sebuah properti karena kelegalannya tidak diurus secara benar dari awal dari sisi hukum negara. Ini tentunya bisa menjadi api di dalam sekam. Pelan-pelan akhirnya akan membakar. Bukan tidak mungkin akhirnya pihak yang lebih berhak malah tidak mendapatkan bagian di dalam properti tersebut karena masalah legalitasnya belum selesai dan ini menjadi celah buat orang lain masuk dan mengambil properti tersebut.
  2. Waktu Singkat
    Saat akan mengurus masalah legalitas properti yang dimiliki, lakukan segera dan dalam waktu yang singkat. Jangan mengulur-ulur waktu. Sebab untuk mengurus legalitas sebuah properti butuh biaya dan waktu yang tidak sedikit. Usahakan mengurus legalitas sebuah properti yang kita dapatkan dari warisan atau hibah atau membeli sesegera mungkin. Supaya dikemudian hari tidak timbul masalah persengketaan yang harus diselesaikan di pengadilan. Ini tentunya akan sangat merepotkan bukan?
  3. Kepemilikan Properti
    Jika Anda sendiri sudah memahami bagaimana sensitifnya hal yang berkaitan dengan properti tak ada salahnya sebagai orang tua menyiapkan sejumlah properti sesuai dengan banyaknya ahli waris atau anak yang akan mendapatkannya. Sehingga dikemudian hari mereka tidak saling memperebutkan properti yang ada karena harus berbagi dengan saudaranya sendiri.

Apalagi harga properti akan terus meningkat karena bumi tidak bertambah luas. Itu sebabnya banyak sekali orang yang mencari rumah dijual terutama di kota besar. Apalagi kalau ada rumah dijual di Jakarta akan banyak sekali yang mau memilikinya. Memiliki properti benar-benar penting untuk kelangsungan hidup di dunia ini. Jangan sampai properti menjadi penyebab terpecah-belahnya sebuah keluarga. Jadikan properti yang kita miliki memberikan manfaat bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk orang lain terutama keluarga yang kita miliki.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan