Langsung ke konten utama

Saatnya Belanja Online Aman



Sekarang ini berbelanja online sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Bahkan sudah banyak orang yang beralih ke belanja online daripada berbelanja secara konvensional. Datang ke mall atau toko kemudian memilih produk yang diinginkan, membayar secara langsung kemudian membawa pulang belanjaannya. Sekarang kemudahan menggunakan smartphone dan ebanking membuat berbelanja online. Apalagi banyak orang yang tak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk berbelanja. Tinggal buka Google dan ketikkan kata kunci produk yang kita inginkan. Dapat dipastikan hasilnya akan sangat banyak dan beragam.

Namun apakah berbelanja secara online benar-benar aman? Apakah gambar yang ditampilkan oleh penjual adalah gambar produk yang sebenarnya? Sebab tak jarang gambar yang ditunjukkan adalah gambar yang mereka comot begitu saja lalu membuat produk tiruannya. Tentunya soal kualitas akan berbeda dengan produk yang dikenakan model di gambar yang asli. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan supaya mendapatkan keamanan ketika berbelanja online. Setidaknya jangan sampai 'tertipu' oleh gambar atau pedagangnya sendiri.

1. Minta Gambar Produk yang Sebenarnya
Meskipun banyak pedagang yang suka memajang gambar produk yang kurang sesuai dengan gambar produk yang dia jual, ada juga pedagang yang tetap mau mengirimkan gambar produk aslinya saat diminta. Bisa juga dengan menanyakan apakah produk yang dipajang adalah gambar asli atau bukan? Tenang, ada kok pedagang yang mau mengakui bahwa gambar tersebut hanya contoh. Bahkan tak jarang mereka menyatakan bahwa gambar tersebut bukan gambar produk yang sebenarnya melainkan hanya ilustrasi. Jadi jangan berharap banyak kalau memang itu bukan gambar asli produknya.

2. Cek Rating Produk
Ingin tahu kualitas produk yang dijual juga bisa dengan cara memeriksa rating produk tersebut. Seperti di blanja.com disediakan pemberian rating untuk setiap produk yang sudah kita beli. Jika memang produknya bagus tentunya akan banyak yang mau memberikan rating yang bagus pada produk yang dia jual tersebut. Jadi jangan ragu untuk mengurungkan niat membeli walaupun sangat menginginkan barang tersebut tetapi sayangnya rating yang diberikan jauh dari bagus.

Itu dua hal yang bisa kita lakukan saat memutuskan untuk berbelanja online yang aman. Sebab satu kali saja kita dikecewakan tentunya kita tak ingin lagi berbelanja di pedagang yang sama. Jangan sampai pengalaman buruk saat berbelanja online membuat kita jera untuk melakukannya kembali. Karena walaupun ada risikonya yang harus kita hadapi ketika berbelanja online, banyak juga manfaat yang kita dapatkan dengan berbelanja online. Selain menghemat waktu dan tenaga, berbelanja secara online juga dapat membuat kita menemukan harga yang paling murah. Tanpa butuh waktu yang lama kita bisa membuka beberapa toko online sekaligus di browser atau aplikasi yang disediakan. Cek saja harga produk yang sama yang mereka jual.

Apalagi ada juga yang menyediakan potongan harga besar-besaran seperti di blanja.com untuk produk tertentu dan waktu yang terbatas. Hal seperti ini tentunya jarang kita temukan saat berbelanja offline.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan