Langsung ke konten utama

Mengejar Ketertinggalan


 

Ketertinggalan banyak postingan sekarang ini selain masih belum benar membagi waktu antara kegiatan harian dengan menulis buat blog adalah bagaimana susahnya bekerja dengan jaringan internet yang sekarang. Bayangin yang dulunya pake Wigo sekarang sudah nggak pake Wigo. Pake jaringan internet dari Tri. Aduh bedanya jauh banget. Mana lagi pake kuota bukan paket unlimited kayak Wigo dulu. Jadinya ya keteteran banget banyak pekerjaan yang harusnya bisa selesai dalam waktu yang singkat.

Nulis sih sekarang tetap masih kayak dulu. Bisa cepet. Masukinnya ke blog yang agak susah. Sebab menunggu loading dashboardnya yang cukup lama. Aduh pokoknya bikin stress banget deh. Pengennya sih masang Wigo lagi kayak dulu. Nunggu jaringan internet Wigo yang namanya akan berubah jadi Hinet masuk Pontianak deh. Sebab saya nggak yakin sama jaringan internet yang sudah ada. Males ngebayangin bayar malas terus ternyata nggak memuaskan juga.

Ini sih ada rencana beli paket dari XL yang unlimited. Kalau memang cepet bakalan dilanggani terus. Dari segi pengguna sih kayaknya bakalan lebih sedikit dibandingkan yang make Tri. Maklum paket Tri beberapa waktu sebelumnya memang lebih booming dengan harga yang lebih terjangkau. Jadinya banyak yang memilih Tri untuk berinternetan. Masalahnya kalau lelet, mau semurah apa pun nggak bakalan ngaruh ya. Mendingan pindah ke lain hati. Sebelnya lagi jaringan Tri sudah banget digunakan di kampus. Entah mengapa. Padahal awalnya enggak sesusah itu.

Parah bangetlah sekarang kecepatan internet yang saya miliki. Jadi harus kerja ekstra buat nulis dan mengejar ketertinggalan. Susah soalnya kalau terus lelet. Mau nggak mau ganti provider buat internetan. Sedihnya lagi tarif buat sms-an yang dipatok sama Tri juga naik lho. Kali-kali ada teman-teman yang nggak tahu soal ini.

Padahal dah bela-belain ngubah paket kartu biasa saya menjadi paket Always On. Eh nggak tahunya nggak bisa kepake juga. Sedih banget pokoknya. Ngalahin putus cinta kalau putus jaringan internet laju ini. Hiks hiks...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan