Langsung ke konten utama

Inovasi Tablet Lipat Samsung


Samsung menjadi salah satu perusahaan Korea yang sudah diakui oleh dunia. Beragam inovasi baru di dunia elektronik, termasuk smartphone dan tablet mampu mencuri perhatian publik beberapa tahun belakangan ini. Tidak mengherankan jika harga HP Samsung dibanderol cukup tinggi. Namun, merek Korea ini tetap memiliki banyak penggemar, bahkan merupakan salah satu yang terbesar di pasaran dunia. 

Setiap tahunnya, pihak Samsung secara konsisten merilis inovasi-inovasi baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Hal ini sebagai suatu pembuktian Samsung sebagai sebuah perusahaan yang memiliki peran kunci dalam perkembangan teknologi elektronik. Memang tidak semua inovasi yang diciptakan bisa menjadi kenyataan dan dijual di pasaran.


Satu di antara inovasi yang berhasil dipatenkan adalah tablet dengan dua layar yang dapat dilipat menjadi tiga. Inovasi ini merupakan kelanjutan dari inovasi terdahulu pada phablet (phone dan tablet) yang bisa dilipat menjadi dua. Penemuan ini merupakan impian para pencinta teknologi yang menginginkan fasilitas telepon, tablet dan bahkan laptop di dalam satu perangkat. 

Tablet ini diperkirakan akan memiliki display layar 9 inci. Masih menjadi suatu misteri, teknologi apakah yang akan digunakan oleh Samsung untuk bisa menekuk dan bahkan melipat layar tanpa menyebabkan adanya kerusakan.


Tentu saja inovasi ini merupakan inovasi baru yang ditunggu-tunggu oleh  banyak penggila gadget. Samsung sebelumnya telah berhasil membuat layar yang bisa dibengkokkan seperti Galaxy S6 Edge. Memang pada teorinya, menekuk dan membengkokkan layar sangatlah berbeda.

Para insinyur Samsung tetap optimis akan inovasi yang akan mereka wujudkan ini. Akan tetapi, pihaknya belum dapat memastikan kapan teknologi tablet ini akan dirilis. Walaupun demikian, inovasi tablet dengan layar yang dapat dilipat menjadi tiga ini menjadi salah satu gambaran perkembangan teknologi di masa depan yang mempunyai peluang untuk diwujudkan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan