Langsung ke konten utama

Hasilkan Uang Melalui Sosial Media


Siapa sih sekarang ini yang tak punya sosial media? Apalagi untuk orang yang berada di usia gaul dan juga produktif. Sosial media bukan hanya sebagai penunjang kehidupan kita untuk bersosial dengan orang lain secara tidak langsung, namun juga sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan. Bahkan tak jarang banyak orang yang bisa menghasilkan uang dari sosial media miliknya. Jadi sosial media itu berfungsi sebagai kantor atau usahanya.

Sudah banyak yang tahu sih mengenai hal ini. Sehingga bukan hal yang baru lagi kalau banyak orang yang bisa memanfaatkan sosial medianya dengan baik dan akhirnya menjadi bos buat dirinya sendiri dan tak menutup kemungkinan juga menjadi bos buat banyak orang lain yang terlibat di dalam usahanya menggunakan sosial media. Seperti yang sekarang sedang booming untuk jadi ladang penghasilan adalah twitter dan instagram. Apalagi semenjak instagram sudah bisa digunakan oleh pengguna selain iOS. Kalau dulu benar-benar eksklusif untuk pengguna iOS saja.

Kesannya, kalau punya instagram secara otomatis dia punya iPhone atau perangkat iOS lainnya. Sosial media ternyata juga jadi ajang buat menaikkan gengsi seseorang ya? Hehehehe... Bukan itu sih yang mau dibahas melainkan cara menghasilkan uang melalui sosial media.

Nah buat teman-teman yang ingin memanfaatkan sosial medianya untuk jadi ladang penghasilan tapi bingung caranya atau bagaimana harus memulainya mendingan ikutan kayak saya aja. Bergabung di SociaBuzz. Menjadi semacam buzzer buat perusahaan yang ingin diiklankan gitu. Kalau selama ini yang bisa jadi buzzer hanyalah pengguna sosmed dengan pengikut yang ramai, tenang aja, teman-teman yang followernya sedikit juga bisa kok membuzzer. Belum tentu kok yang followernya lebih banyak bisa menghasilkan lebih banyak uang dari sosial medianya.

Ini juga bukan money game ya. Tak ada biaya yang harus kita setorkan untuk mendaftarkan diri di SociaBuzz ini. Sebab saya dulu sering tuh menemukan scam yang mengajak banyak orang untuk mendaftarkan diri di websitenya dan membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota. Lalu kita rekrut orang lagi supaya kita bisa menghasilkan uang dari uang yang dibayarkan orang tersebut. Kadang saya mikir aneh banget banyak yang percaya penipuan semacam itu. Padahal jelas sekali kalau kita cermati sebuah 'investasi bodong' itu hanyalah money game. Tinggal cek aja sistem yang mereka terapkan. Apakah mereka mematok biaya pendaftaran yang tinggi? Punya barang atau jasa yang menjadi bagian dari investasi tersebut?

Jika biaya pendaftarannya saja sampai jutaan dan yang kita dapatkan hanya beberapa produk yang belum teruji manfaatnya, lalu harus rekrut orang baru bisa dapat bonus jutaan juga, ya dipikir lagi deh untuk bergabung... Paling mudah sih tinggal cek saja perusahaan tersebut terdaftar di APLI atau tidak. Apabila belum ya kesimpulannya adalah... (isi saja sendiri)


Panjang lebar sekali saya cerita, padahal cuma ingin berbagi mengenai SociaBuzz ini, buat yang ingin memanfaatkan sosial medianya menjadi ladang uang bisa bergabung dengan klik link ini.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan