Langsung ke konten utama

Baca Buku Online Gratis


Dulu, ingat betul kalau bepergian selalu membawa buku. Terutama buku yang tebal supaya bisa lama bacanya sepanjang perjalanan. Soalnya saya termasuk orang yang suka membaca cepat. Jadi satu buku tuh cepat banget habisnya. Kadang saya sampai harus bekal paling tidak 2-3 buku tebal untuk menemani perjalanan saya.

Namun membawa buku yang tebal, banyak pula, tentunya akan sangat membebani ya. Apalagi kalau bepergian yang jauh. Mana mau bawa oleh-oleh dan baju pula? Ah tak muat nanti tasnya buat diisi dengan berbagai buku cerita. Sehingga mau tak mau ada yang harus disingkirkan dari perjalanan tersebut. Buku harus mengalah dong. Karena tujuannya sebagai penghibur selama perjalanan bukan kebutuhan utama.

Beda jauh ya dengan sekarang. Kita nggak perlu lagi capek-capek bawa buku yang tebal. Hanya bekal sebuah smartphone atau tablet yang terkoneksi ke internet kita tak akan kehabisan bahan bacaan. Terutama untuk orang yang suka sekali menbaca berbagai cerita. Sekarang sudah banyak kok website yang menyediakan buku yang bisa dibaca secara online. Tenang baca buku online gratis kok! Nggak mesti berbayar.

Buat semua pecinta buku di luar sana, teknologi sekarang ini memang sangat memudahkan kita dalam menyederhanakan kebutuhan. Banyak sekali kebutuhan kita yang bisa dipenuhi hanya dengan sebuah perangkat saja. Tak perlu repot membawa banyak hal. Selain bisa baca buku online secara gratis, smartphone atau tablet juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman.

Bersyukurlah kita yang berada pada era digital sekarang ini yang banyak sekali memberikan kemudahan di dalam kehidupan kita. Belum lagi segala informasi bisa kita dapatkan hanya dengan sebuah perangkat saja. Sebab dengan baca buku online membuat kita tak membutuhkan buku yang harus dirawat dari debu dan rayap yang tentunya sangat mengganggu kelestarian koleksi buku kita bukan?

Inilah yang membuat saya merasa saya sangat butuh dengan kindle, perangkat yang dikhususkan untuk orang yang ingin membaca buku secara digital tanpa perlu membawa banyak buku sepanjang perjalanannya yang butuh waktu lama.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan