Langsung ke konten utama

Tips Memilih Jilbab Original di Online Shop



Sebagai seorang ibu muda yang masih menyusui, anak pertama pula, memang banyak hal yang kemudian menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya. Terutama hal yang berkaitan dengan jilbab. Jadi sebelum masuk kuliah lagi saya memutuskan untuk menambah koleksi jilbab saya. Bukan karena saya ingin menyenangkan diri dengan berbelanja. Tetapi karena jilbab saya rata-rata pashmina dan bukan jilbab instant yang praktis bisa dikenakan dalam hitungan detik. Akan mudah sekali memang mengenakan jilbab instant tanpa perlu menggunakan pentul di sana-sini.

Tapi seberapa banyak coba dari kita yang tahu mengenai jilbab original? Terutama untuk merek yang namanya tidak setenar Zoya atau Elzatta. Saya baru tahu lho di luar sana masih banyak sekali jilbab original yang harganya di bawah dua merek besar tersebut dan banyak pula tiruannya. Gara-gara membeli di sebuah online shop yang menggunakan gambar produk asli tetapi malah mengirimkan produk tiruannya yang sangat jauh dari yang aslinya saya jadi sangat waspada dengan produk tiruan dan asli. Ya kalau mau meniru pun setidaknya jangan beda bangetlah. Terutama ukurannya. Kalau bahan sih orang tak akan begitu sadar berbeda selama tak memegang jilbab yang asli.

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengetahui produk yang akan kita beli jilbab original atau bukan.
  1. Tanya langsung
    Tentu saja tak masalah bertanya langsung kepada penjualnya apakah yang dijual adalah produk asli atau hanya sebuah tiruan. Sebab banyak kok penjual yang mau mengakui dengan jujur yang dia jual asli atau tidak. Sebab kalau dia mengakui asli tetapi yang datang malah palsu tentunya ini akan membuat pembeli tidak akan membeli dua kali padanya. Alias cukup sekali saja membeli di toko onlinenya.
  2. Ketahui beratnya
    Dari berat bakalan ketahuan itu produk asli atau tidak sebab produk asli biasanya memiliki berat yang lebih besar dibandingkan yang palsu. Seperti jilbab yang kemarin saya beli, produk aslinya hanya muat sekitar 3-4 jilbab untuk satu kilonya, sedangkan yang palsu sampai muat 9 lembar. Benar-benar jauh bukan perbandingannya?
  3. Cek harga
    Coba cek di beberapa toko online sekaligus harga produk tersebut. Berapa kisaran harga produk aslinya? Kalau menemukan yang harganya bisa beda setengah dari yang asli, itu nggak usah mikir lagi deh, sudah pasti palsu. Logikanya kalau bisa jual mahal ngapain orang jual murah bukan?
  4. Tawar
    Nah ternyata menemukan toko yang menjual dengan harga yang berada pada kisaran produk asli nih tapi masih kurang yakin, coba tanya deh boleh ditawar nggak? Kalau penawaran yang diberikan terlalu jauh dan diterima mendingan nggak usah beli. Selain takut barangnya palsu, bisa jadi toko onlinenya abal-abal.
  5. Tes beli
    Ternyata lolos 4 hal sebelumnya? Coba aja tes beli beberapa. Siapa tahu memang dia menjual jilbab pashmina original kan?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan