Langsung ke konten utama

Si Bayi Bermata Cokelat tanpa Softlens

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on


Bayi saya memiliki mata seperti saya, tepatnya seperti anggota keluarga saya yang lain. Saudara saya semuanya bermata cokelat. Dengan tingkat cokelat yang berbeda-beda. Seperti saya cokelatnya lebih pekat dibandingkan saudara saya yang lain. Mata adik saya yang perempuan yang paling terlihat warna cokelatnya seperti sedang mengenakan softlens. Mata saya sih tingkat cokelatnya masih cukup meyakinkan untuk dikatakan sebagai 'bola mata asli' bukan softlens tambahan. Beda dengan adik saya yang perempuan itu, karena matanya terlalu cokelat terang warnanya banyak yang mengira dia sedang menggunakan softlens indah di matanya.

Kedua orang tua saya sendiri juga memiliki bola mata yang berwarna cokelat. Terutama Abah saya, cokelatnya juga terang. Alhamdulillah anak saya mendapatkan bagian mata cokelat ini juga. Kebanyakan mata orang kan memang bukan berwarna cokelat. Jadinya matanya terlihat sangat istimewa dengan warna cokelat terangnya tersebut. Ditambah dengan bulu mata yang panjang membuat matanya semakin cantik.

Tak sabar rasanya melihatnya tumbuh membesar dan bisa bicara kemudian remaja hingga dewasa. Akan seperti apa dia nantinya? Walaupun sebelumnya saya takut sekali tak mampu mendidik anak saya di masa depan dengan baik. Beda dengan sekarang setelah punya anak. Mau tak mau harus bisa mendidiknya menjadi orang yang baik. Tak peduli nantinya dia akan genius atau tidak. Selama dia menjadi orang yang baik dan berada di jalan yang benar rasanya itu sudah lebih dari cukup.

Sekarang dia jarang dibawa bepergian sih. Cuma pernah tetap harus dibawa karena tak ada yang menjaganya di rumah. Ketika bertemu dengan banyak orang, perhatian orang memang tertuju pada bola matanya yang berwarna cokelat terang. Padahal di keluarga saya orang yang punya mata cokelat itu biasa saja. Saya juga melihat orang yang bermata cokelat sebagai hal yang wajar saja. Tapi buat orang yang di keluarganya memiliki mata berwarna hitam pekat, cokelat akan terlihat lebih istimewa. Seperti kita yang suka melihat rumput tetangga yang kayaknya lebih hijau dibandingkan rumput kita sendiri. Mau hitam atau cokelat sebenarnya sama saja asal bisa digunakan untuk melihat yang baik-baik sesuai dengan fungsinya.

Buat yang ingin matanya terlihat berbeda warnanya memang dengan mengenakan softlens lagi. Saya sendiri tak pernah terpikir untuk menggunakan softlens untuk keseharian saya sebab mata saya sudah normal dan warnanya juga bukan hitam. Tak ada gunanya menambah kerjaan dengan softlens lagi bukan? Buat yang matanya minus atau plus atau malah silinder kali ya, sesekali melepas kacamata dan menggantinya dengan softlens warna-warni pasti sangat menaril. Teman-teman di sini suka softlens warna apa?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan