Langsung ke konten utama

Mengenal Conversion Rate Optimization


Pasti diantara anda masih asing dengan istilah conversion rate optimization atau yang disingkat dengan CRO. CRO merupakan sebuah teknik yang digunakan dalam hal bisnis online. Teknik atau strategi CRO ini sangat penting untuk dilakukan demi mencapai tujuan dari bisnis yang dijalani. Baik untuk menggapai customer, meningkatkan jumlah penjualan ataupun tujuan lainnya. Teknik dalam CRO mampu mengoptimalkan website bisnis anda sehingga pengunjung yang awalnya hanya melihat-lihat isi dari website tersebut bisa dikonversikan menjadi pembeli. Seperti yang diketahui bahwa prinsipnya tidak semua pengunjung yang hanya melihat-lihat isi website bersedia untuk menjadi pembeli. Lantas bagaimanakah cara kerja sebenarnya dari CRO ini ? Simak ulasannya berikut ini.
CRO atau kepanjangan dari conversion rate optimization merupakan pengkonversian pengunjung website bisnis online menjadi pembeli. Oleh karena itu maka tak heran jika CRO ini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh para praktisi internet. Namun meski anda bukanlah seorang praktisi internet, anda bisa menggunakan teknik ini agar meningkatkan penjualan bisnis online anda. Dengan meningkatnya penjualan, otomatis keuntungan atau profit yang didapat akan semakin bertambah pula. Dengan teknik CRO pula anda bisa mengubah seorang yang tadinya hanya pengunjung website anda menjadi seorang pembeli atau follower. Follower yang dimaksud bukanlah sekedar follower twitter saja melainkan follower dalam bentuk lain misalnya pengikut blog dan lainnya.
Keuntungan lain yang didapat dari teknik CRO ini tak lain adalah efisiensi waktu dan uang. Tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan uang, dengan sendirinya anda akan mendapatkan banyak keuntungan. Hal yang perlu anda perhatikan dalam menggunakan teknik CRO ini harus lebih dulu mendalami tujuan dari bisnis yang anda jalankan. Hal ini ditujukan agar CRO dapat berjalan lebih optimal dan terfokus. Selain itu beberapa elemen pendukung juga wajib anda sertakan di halaman website anda seperti banner promosi, artikel persuasif serta contact person. Hal terakhir yaitu evaluasi. Setelah menjalankan strategi conversion rate optimization, anda bisa melihat sejauh apa keberhasilan yang telah anda capai.


 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan