Langsung ke konten utama

Cara Cepat Pengajuan KPR di Bank BTN


Memiliki rumah idaman adalah impian setiap orang terutama mereka yang sudah berkeluarga, namun dalam kepemilikan rumah tersebut tidaklah mudah mesti banyak hal yang perlu dilakukan terutama menabung untuk mendapatkannya. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak kemudahan yang diberikan oleh para investor terutama oleh pihak bank seperti bank BTN yang menyediakan kredit rumah dengan cicilan yang murah dan menarik. Cukup dengan melengkapi syarat pengajuan KPR di bank BTN, maka kita sudah bisa menempati rumah yang kita idamkan.

Untuk pengajuan KPR tentunya mesti ada agunan dan riwayat penghasilan bulanan sebagai salah satu syarat penajuan kita bisa diterima. Biasanya pihak bank akan mengabulkan pengajuan setelah melihat riwayat kredit seseorang atau urusan dengan bank lain dan juga rekap gaji bulanan sebagai acuan kelancaran cicilan untuk KPR nantinya. Ada dua hal yang dilihat oleh pihak Bank untuk mempercepat pengabulan ajuan yaitu yang pertama adalah pihak bank akan membandingkan antara angsuran rumah yang hendak di kredit dengan penghasilan bulanan yang diperoleh. Jika angsuran tersebut melebihi 30 persen dari penghasilan yang didapat, maka pihak bank akan sulit mengabulkannya. Hal tersebut karena cicilan perbulan akan terganggu dan tentunya membuat pengaju keberatan untuk membayar cicilan setiap bulannya. Pihak bank sudah bisa memprediksi dan apabila salah dalam perhitungan justru cicilan akan tersendat.

Mengumpulkan syarat pengajuan KPR di bank BTN cukup mudah, namun pihak bank juga akan hati-hati dan tidak mau rugi besar sehingga pihak bank biasanya melakukan riset dan survey terlebih dahulu dalam waktu yang cukup lama yaitu paling alam 3 bulan dari pengajuan. Hal ini dilakukan karena yang mengajukan kredit tersebut tidak sedikit dan perlu proses yang benar-benar hati-hati. Nah selain penghasilan, yang akan mempermudah untuk pengajuan kredit yaitu agunan yang digunakan serta pengaju masih bersih dan belum tercatat blacklist di bank atau kredit lainnya. pihak bank manapun tentunya akan memperhitungkan dengan cara melihat track record calon nasabahnya. Jadi impian anda akan mudah terwujud jika semua syarat lengkap dan pihak bank percaya akan kemampuan anda melunasinya.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan