Langsung ke konten utama

Ngeblog Tanpa Internet


Ngeblog sering tersendat disebabkan keberadaan internet yang tersambung di PC atau notebook yang kita gunakan untuk menulis. Saya sering mengalami itu. Apalagi kalau jaringan yang saya gunakan masih berada di awal bulan. Saat kuota masih full speed. Beda cerita kalau jaringan agak melambat. Malah kecepatan menulis postingan bertambah. Itu disebabkan saya lebih memilih untuk menulis postingan secara offline di aplikasi office yang saya gunakan. Memang jauh lebih efektif dibandingkan menulis sambil membuka akun sosial media. Apalagi jika dilakukan saat blogwalking ke blog orang.

Sekarang sih saya sendiri sudah jarang sekali blogwalking. Sebab blogwalking sendiri makan waktu yang cukup panjang karena saya suka membaca. Sayangnya sekarang sudah tak memungkinkan lagi karena keberadaan bayi di tengah-tengah keluarga kami membuat saya harus memberikan perhatian ekstra. Bahkan blog ini sendiri terlihat terbengkalai dibuatnya. Berhutang banyak postingan setiap harinya tapi saya tetap berusaha mengejar ketertinggalan postingan ini. Menyusun tanggalnya beberapa hari ke belakang agar postingan yang kurang bisa terpenuhi. Komitmen awal memang saya ingin mengisi postingan di blog ini setiap hari. Setidaknya saya bisa melihat perkembangan menulis saya seperti apa.

Sebab jika saya membaca tulisan lama saya rasanya saya sekarang menjadi orang yang sedikit berbeda cara menulisnya. Apalagi saat sekarang sudah menjadi seorang ibu. Bagian menyenangkannya adalah melihat wajah tidur nyenyak bayi saya setiap harinya. Tak terbayangkan nanti saya harus kuliah dan meninggalkannya sekitar 4 jam selama 5 hari dalam seminggu. Ah jadi pengen cuti satu semester agar bisa lebih fokus menjaganya tapi tentunya itu tidak akan diizinkan suami. Apalagi mengingat saya yang memaksa diizinkan kuliah. Malah sekarang pengen cuti?

Tinggal beberapa semester lagi. Musti yakin. Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti nilai jelek atau malah lama baru selesai mengerjakan tugas akhir. Apalagi sekarang perkembangan bahasa Inggris saya lumayan dibandingkan sebelumnya. Maklum hampir setiap hari yang kami pelajari memang hanya bahasa Inggris. Hanya beberapa mata kuliah umum seperti Agama atau Komputer. Rencana untuk menulis lebih panjang dalam bahasa Inggris tentunya bisa segera diwujudkan. Saya pikir saya harus lebih bisa fokus lagi menulis di blog sebelah yang full bahasa Inggris.

Kadang ketakutan saya terlalu banyak menulis dengan grammar yang salah. Tapi bukankah itu hal yang biasa? Bahkan tak jarang orang yang bahasa pertamanya bahasa Inggris saja masih belepotan grammarnya. Seperti kita sendiri yang kesulitan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semoga saja perkembangan bahasa Inggris saya semakin pesat. Sehingga tak terlalu lama berpikir untuk menuliskan apa untuk postingan blog bahasa Inggris saya.

 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan