Langsung ke konten utama

Kue Putri Salju untuk Lebaran



Lebaran sebentar lagi, tinggal hitungan hari saja kita sudah berada dihari yang fitri tersebut. Bagian paling menyenangkan selain berkumpul bersama keluarga adalah banyaknya makanan yang bisa kita cicipi. Kalau untuk kue lapis, saya suka sekali dengan lapis legit dan lapis susu, kue kering saya paling suka kue putri salju. Waktu kecil sih biasa saja dengan kue yang satu ini. Saya lebih suka snack yang asin dan pedas atau kacang. Beda dengan beranjak dewasa. Ternyata saya baru sadar kalau kue putri salju itu enak sekali.

Alangkah senangnya saya saat menemukan orang yang di rumahnya menyediakan kue putri salju. Apalagi kalau taburan saljunya itu terbuat dari tepung gula dan susu. Bukan hanya gula. Jadi manisnya tidak terlalu kuat, gurihnya terasa lebih banyak. Bergantung selera masing-masing sih sebenarnya. Tapi kue putri salju yang saya suka yang lebih banyak tepung susunya dibandingkan yang lebih banyak gulanya.

Saya sendiri belum pernah membuat kue putri salju. Karena memang selama saya tinggal dengan keluarga di kampung, tak ada yang membuat kue tersebut. Tahun lalu saya malah memesannya dengan seorang teman yang memang saya tahu sangat pintar membuat kue kering untuk lebaran. Lebih praktis membeli sih dibandingkan membuat. Apalagi saya sendiri tak punya peralatan untuk membuat kue kering di rumah. Walaupun saat hampir lebaran, mertua akan mengajak saya ke rumahnya untuk membuat kue bersama.

Tahun ini saya rasa saya ingin membuat kue putri salju di rumah mertua. Saya pikir saya bisa mencari resepnya secara online dan menerapkannya sendiri sesuai dengan selera saya. Namun kuenya akan lebih baik disimpan di kamar saya saja dibandingkan disediakan di meja di ruang tamu. Hehehe... soalnya saya suka sekali ngemil kue putri salju. Apalagi yang rasanya tidak terlalu manis. Walaupun sebenarnya saya yakin saya juga bisa menikmati kue putri salju di rumah orang yang saya datangi. Sebab kue putri salju itu kayak kue yang paling umum ada saat lebaran. Tapi belum tentu kue putri salju yang saya temukan nantinya adalah kue putri salju terenak yang bisa saya nikmati.

Enaknya membuat sendiri kue putri salju adalah semuanya bisa kita sesuaikan dengan selera kita. Berbeda dengan beli atau makan kue putri salju di rumah orang lain.


Teman-teman blogger sendiri bagaimana? Sudah sibuk membuat kue kering untuk lebaran atau malah sibuk ngecek harga tiket pesawat buat pulang kampung? Apa pun itu semoga puasanya tetap lancar ya!
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan