Langsung ke konten utama

Akhirnya Membuat NPWP!


Sudah sejak beberapa bulan lalu sebenarnya saya ingin membuat NPWP. Bawaan hamil, pengennya tidur melulu. Bahkan saya banyak sekali menghabiskan waktu hanya untuk tidur. Padahal orang hamil sebaiknya banyak berjalan-jalan pagi supaya mudah melahirkannya. Apalagi saya mengandung anak pertama. Tapi dasarnya saya yang bandel sih. Sukanya ngikutin nafsu sendiri. Jadinya ya anak saya telat lahirnya dari tanggal yang seharusnya. Untungnya bisa melahirkan secara normal dan bayi saya sendiri lahir dengan berat badan yang lebih dari cukup.

Setelah anak saya sekarang lumayan bisa ditinggal. Walaupun saya yakin dia tak begitu rewel untuk ditinggal, saya aja yang suka kepikiran kalau meninggalkannya terlalu lama. Suka teringat sama tangisannya. Bahkan saya membayangkan bahwa bisa jadi dia sedang menangis keras saat saya tak berada di sampingnya. Terlalu banyak kekhawatiran yang membuat saya tak ingin meninggalkannya terlalu lama.

Soal NPWP sendiri, saya ingin marah sama orang yang bilang 'gampang kok bikin NPWP, cukup KTP aja, ngantrinya juga nggak lama'. Siapa bilang bikin NPWP cukup KTP aja? Saya sendiri membuat NPWP butuh waktu setidaknya hampir 3 jam. Itu karena antrian untuk membuat NPWP sedemikian panjangnya. Saya harus menunggu 27 orang dipanggil sampai akhirnya tiba giliran saya yang dipanggil. Untuk saya sendiri, saya membutuhkan 1 lembar fotokopi KTP, 1 lembar fotokopi KK, dan 2 buah materai 6.000.

Dua materai itu digunakan untuk surat pernyataan usaha dan surat permohonan untuk pembuatan NPWP. Untungnya sih di dalam dompet saya ada materai yang bisa saya gunakan. Cuma fotokopi kartu keluarga yang saya nggak punya. Jadinya suami saya pulang ke rumah dulu untuk mengambilnya. Karena antrian panjang sih saya jadinya nggak khawatir dengan persyaratannya yang belum lengkap.

Pembuatan NPWP di Pontianak sih seharusnya bisa lebih mudah. Apabila ada banner yang berisi informasi apa saja persyaratan yang harus kita penuhi dan bagaimana tata cara membuat NPWP itu. Sayangnya tadi saya tak menemukan banner informasi tersebut di dalam kantor tempat saya membuat NPWP. Jadinya saya harus bertanya berulang-ulang pada pegawai yang berada di meja paling depan dekat pintu. Saya sampai nggak enak karena bertanya beberapa kali. Malu aja gitu semuanya ditanyain. Namun pas saya sudah duduk dan dapat nomor antrian, saya lihat orang yang baru datang ternyata lebih bingung lagi dari saya. Dia bertanya banyak sekali pada sang pegawai. Rasa bersalah saya sedikit terobati dibuatnya.

Buat yang mau bikin NPWP sebaiknya memang menyiapkan semua data yang dibutuhkan dalam bentuk fotokopi sehingga tidak bolak-balik ke rumah mengambil datanya. Untung saya tak perlu bolak-balik rumah karena suami yang melakukannya. Terus NPWP-nya nggak langsung keluar, saya harus menunggu dua hari untuk mendapatkannya. Seharusnya memang saya membuatnya lebih awal, jadinya nggak kelabakan dan kepepet gini dan gajian bisa lebih cepat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan