Langsung ke konten utama

Romper Bayi, Baju yang Praktis Buat Bayi



Pertama kali melihat bayi yang mengenakan romper bayi saya langsung suka sekali dengan kepraktisannya. Tinggal pake langsung menutupi bagian atas dan bawah. Bayi juga jadinya nggak gampang kepanasan. Saya sendiri sebagai seorang ibu yang masih baru membutuhkan baju yang praktis buat bayi saya sendiri. Apalagi anak saya termasuk anak yang sangat aktif bergeraknya. Selama ini bawahannya dipakein cawat yang pake ikat gitu. Emang sih pakenya juga nggak repot. Cuma mudah sekali lepas kalo dedek bayinya terlalu banyak bergerak.

Romper bayi juga banyak sekali motif dan warnanya. Jadi nggak khawatir jika membeli banyak-banyak romper. Tinggal bedain aja warna dan motifnya. Tak menjadi masalah kalau semuanya romper. Kemarin sebelum lahiran saya sempat membeli selusin romper kayaknya. Berbagai bahan, warna, dan motif. Produsen romper juga kayaknya pinter banget membuat romper dengan warna-warna yang semarak dan motif yang unyu-unyu.

Cuman romper yang saya beli kemarin belum dipakein satu pun ke anak saya. Iya sih, anak saya masih belum lewat 40 hari umurnya. Masih di rumah terus kerjaannya. Walaupun sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari. Mudah-mudahan lebaran nanti sudah bisa pake romper ke mana-mana. Iri aja liat anak orang yang lucu banget kalau dipakein romper bayi.

Jaman dulu waktu saya kecil kayaknya romper bayi belum ngetrend. Jadinya nggak banyak anak bayi yang mengenakan baju bayi yang parktis ini. Makin ke sini, makin banyak yang dagang online, dan tentunya belanja online juga. Belum lagi banyak orang tua yang memajang foto anaknya di sosial media, makin keliatan trend bayi mengenakan romper. Kayaknya rata-rata bayi jaman sekarang punya tuh koleksi romper yang dibelikan orang tuanya. Apalagi harganya juga terjangkau. Mulai dari yang merek ternama sampai yang biasa aja, menyediakan romper bayi.

Kalau saya sendiri lebih penting membeli romper dengan bahan yang lembut dan menyerap keringat. Sehingga bayinya menjadi lebih nyaman mengenakannya. Soal merek nomor dua deh. Selama nyaman buat bayinya, mau merek apa pun tak jadi soal.

Bagaimana dengan teman-teman di sini? Suka juga membelikan romper buat anak bayinya? Pengalaman saya sih romper jauh lebih praktis untuk dikenakan oleh anak dibandingkan pakaian konvensional lainnya. Apalagi kalau tipe anak yang tidak suka lama mengenakan pakaian setelah dia dimandikan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan