Langsung ke konten utama

Pakai ASUS ZenPower Aja!

Kebutuhan akan smartphone yang memiliki daya untuk digunakan selama bepergian membuat keberadaan powerbank menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan supaya tetap menjaga daya smartphone tetap bisa diisi di mana saja. Dapat dipastikan kita juga selalu membawa charger smartphone ke mana-mana. Karena kadang powerbank sendiri hanya bisa digunakan untuk sekali atau dua kali pengisian daya smartphone. Belum lagi untuk mengisi daya powerbank tersebut yang makan waktu cukup lama jika memang kapasitasnya besar. Dilema sekali jika membicarakan soal powerbank ini. Masak iya kita harus punya banyak powerbank supaya bisa diisi secara bersamaan dan membawa semuanya sekaligus saat bepergian. Kalau satu powerbank beratnya 200gram, tentunya tidak praktis membawa beberapa powerbank sekaligus bukan? Belum lagi bicara soal ukuran.


Tapi saya harus bersyukur nih sekarang sudah punya powerbank dari Asus. Namanya ZenPower. Pengisian ZenPowernya dari pertama kali ternyata tidak butuh waktu lama. Hanya sekitar 6jam. Padahal kapasitas daya ZenPower ini 10.050mAha. ukuran powerbanknya juga tidak terlalu besar. Seukuran kartu kredit atau kartu ATM. Beratnya juga hanya 215gram. Untuk smartphone yang saya gunakan sekarang, saya bisa mengisi dayanya sampai penuh sebanyak tiga kali baru powerbank tersebut benar-benar habis. Padahal smartphone saya termasuk yang memiliki daya yang cukup besar. Jadi sekarang saya tidak khawatir lagi kehabisan daya selama beraktivitas di luar.

Biasanya saya selalu membawa charger smartphone ke mana-mana, belum lagi saat berada di suatu tempat saya pasti nyari colokan buat mengisi daya smartphone saya. Takut dayanya benar-benar kosong dan saya tak bisa dihubungi selama berada di luar rumah. Padahal saya sendiri membutuhkan koneksi ke banyak orang saat berada di luar rumah.

Saat pertama kali melihat ZenPower ini saya juga naksir berat dengan tampilan mewahnya. Jarang sekali saya melihat powerbank yang memiliki desain seperti ini. Didesain dengan bentuk yangergonomis serta dipadukan dengan casingalumunium ringan, ASUS ZenPower menjadi terlihat elegan dan kokoh. Hadir dalam berbagai pilihan warna yakni Osmium Black, Sheer Gold, Glamor Red, Azure Blue, dan Brilliant Silver, ZenPower tersedia dalam pilihan yang sesuai dengan warna favorit pengguna.

Favorit saya yang Briliant Silver. Tidak terlalu mencolok warnanya. Bagian yang paling saya suka dari ASUS ZenPower ini adalah lampu indikator yang tersedia di dekat lubang USB-nya. Setiap kali kita mengisi daya ASUS ZenPowernya atau menggunakannya untuk mengisi daya smartphone kita, lampu indikatornya akan menyala. Sehingga kita bisa tahu daya yang ada di dalam ASUS ZenPower tersebut tinggal berapa.

Nah paling penting nih, soal harga tentunya ya. Saya biasanya malas beli powerbank yang murah, karena khawatir tidak memuaskan. Tapi ASUS ZenPower hanya membanderol powerbak keluarannya dengan harga sekitar 200ribuan. Padahal daya tahannya sedemikian memuaskan. Beneran nggak rugi deh beli ASUS ZenPower ini. Harga boleh murah, ukuran powerbank boleh mini, tapi daya tahannya beneran maxi. Belum lagi ASUS juga memberikan garansi untuk produknya selama 6bulan. Jadi tak perlu khawatir jika powerbanknya tiba-tiba mengalami masalah.

Masih bingung cari powerbank, udah deh, cobain ASUS ZenPower aja!


  

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan