Langsung ke konten utama

Mencicipi Cake In Jar



Saya suka banget tuh mampir ke instagram orang yang posting-posting makanan. Nah dari banyak makanan yang menarik sekali menurut saya cake in jar yang dijual secara online. Padahal cake kalau dijual online kita khawatirnya cakenya hancur selama perjalanan. Dengan berada di dalam jar tentunya bentuk cakenya akan lebih aman dan nggak ada cerita deh bakalan hancur berantakan. Industri kuliner memang semakin banyak mengalami revolusi dan saya sendiri rasanya belum mempelajari banyak soal kuliner sudah ada lagi yang baru di dunia permasakan itu.

Cake in jar sendiri membuat kue menjadi seperti sebuah seni. Karena selain kuenya terlihat menggiurkan kadang saya melihat cake in jar ini membuat makanan terlihat menjadi lebih cantik. Apa jadi malah nggak mirip dengan makanan ya? Apalagi kalau kuenya ada yang berwarna cokelat tua gitu. Aduh bikin saya kepengen banget mencicipinya.

Sebenarnya pengen belajar juga sih bikin cake in jar ini. Tapi mengingat kemampuan membuat kue saya belum mumpuni dan saya jarang berada di dapur semenjak hamil dan sekarang sudah punya dedek bayi yang harus dirawat, keinginan untuk menjadi master chef di bidang cake in jar saya tulis aja dulu deh di buku impian.

Di Pontianak sendiri sudah ada yang mencoba peruntungan di bisnis cake in jar ini. Memang sih kue ini jadi praktis untuk dibawa ke mana-mana. Cuma karena belinya harus dengan jarnya, harganya tentunya menjadi lebih mahal dibandingkan cake biasa. Kayaknya akan lebih murah kalo kreasi sendiri ya? Beli jar terus masukin deh cake yang kita suka ke dalamnya. Kasih toping sesuka hati dan bisa dibawa ke kampus buat bekal.

Saya sendiri sih kalau laper lebih suka mampir ke gerobak kue yang suka nongkrong di depan kampus. Bawa uang lima ribu udah bisa dapat sepotong tart susu. Hehehe... kebetulan di gerobak tersebut belum menyediakan cake in jar jadi nggak bisa beli deh.

Teman-teman sendiri bagaimana? Suka dengan cake in jar? Kayaknya kreasi kue yang satu ini bisa juga buat ide kue istimewa saat lebaran. Jadi nggak hanya menyediakan opor atau makanan berat lainnya. Tapi juga menyajikan kue yang bisa dibawa pulang tamu jika memang mereka belum ingin menikmatinya. Jauh lebih praktis dan unik dibandingkan membawa parsel bukan?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan