Langsung ke konten utama

2 Kuliner Ramadhan Istimewa di Pontianak


Berbicara soal makanan yang ada di Pontianak memang akan selalu menarik. Apalagi lidah saya sendiri sangat cocok dengan makanan yang ada di sini. Bukan tipikal orang yang suka milih-milih makanan juga sih. Di bulan puasa begini juga ada beberapa kuliner yang hadir lebih banyak dibandingkan biasanya. Jadi di hari-hari biasa akan cukup sulit untuk mencarinya. Berikut beberapa makanan yang paling saya suka ketika bulan puasa tiba.

  1. Sotong Pangkong
    Terbuat dari sotong yang sudah dikeringkan lalu dibakar dengan bumbu, setelah itu dipukul-pukul atau dipangkong dengan palu sehingga lebih mudah untuk dimakan. Untuk memakannya sotong yang sudah dipangkong tersebut dicocolkan ke air cabai atau bisa direndam di air cabainya kalau memang suka. Pada hari biasa sebenarnya ada juga yang menjual sotong pangkong ini. Namun saat puasa tiba banyak sekali oran yang membuka lapak sotong pangkong. Terutama di Jalan Merdeka.
  2. Jorong-Jorong
    Kue ini sederhana saja sebenarnya. Terbuat dari tepung beras sebagai bahan utamanya. Namun paling banyak dibuat orang saat bulan puasa. Walaupun di luar bulan puasa saya masih bisa menemukannya. Cuma memang jarang orang yang menyediakannya. Ditempatkan di daun pandan yang sudah dibentuk sedemikian rupa untuk menampungnya. Rasanya yang gurih dan manis memang sangat cocok untuk disediakan sebagai kue santapan berbuka puasa.

Karena tahun ini saya tidak puasa, saya tidak terlalu mencari dua kuliner tersebut. Malah rasanya tahun ini tak terasa kehadiran ramadhannya bagi saya. Sayang sih harus melewatkan Ramadhan kali ini tanpa berpuasa tapi bagian menyenangkannya adalah saya sudah menjadi seorang ibu.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan