Langsung ke konten utama

Pengen Punya SPO di Pontianak


Memiliki Service Point Order sendiri dari Oriflame yang didaftarkan atas nama kita tentu akan sangat menyenangkan. Barang langsung datang ke rumah dalam waktu yang cepat. Apalagi kalau bisa mendapatkan banyak konsultan yang menggunakan SPO kita. Akan semakin banyak bonus yang bisa kita dapatkan. Pengennya sih tahun ini sudah punya SPO. Setidaknya untuk jaringan sendiri sudah cukup lumayan. Nggak perlu capek-capek bolak-balik ke SPO terdekat buat ambil barang.

Masih terus berusaha membangun jaringan lebih besar lagi supaya cepat berada di posisi 18% dan membuka SPO sendiri. Entah apa yang akan saya lalui di depannya tapi di Pontianak sendiri sudah ada 5 SPO yang berdiri dan melayani banyak konsultan Oriflame. Dari banyak SPO, saya sudah menggunakan dua Service Point Order yang ada di Pontianak. Satu SPO dengan kode 912 dan satu lagi 901. SPO 912 berada di lantai dua sebuah warung kopi di Parit H. Husin 2 dan SPO 901 di Gang Kemuning.

Menurut saya sih buat yang punya waktunya lebih banyak di akhir pekan atau sore banget baru pulang kerja mendingan pake SPO 901 yang ada di Gang Kemuning. Soalnya di sana SPO-nya dibuka di rumah. Mereka beroperasi sampai jam 5 sore pula. Bahkan hari Sabtu tetap melayani konsultan mengambil paket yang datang.

Kalau nanti saya punya SPO memang sebaiknya buka sampai Sabtu dan lebih baik bukanya di rumah. Supaya bisa melayani lebih banyak konsultan dan tidak repot menjaga SPO sebab lokasinya di rumah. Hari ini, memiliki SPO masih menjadi impian saya. Entah di postingan blog yang ke berapa saya akan menuliskan bahwa saya akhirnya sudah memiliki SPO sendiri. Sudah banyak yang berhasil. Seharusnya saya juga bisa dong ya!
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan