Langsung ke konten utama

Orderan Oriflame Lama Sampai?

Perkembangan bisnis Oriflame di Pontianak buat setiap konsultan yang terdaftar pasti ada pasang surutnya. Tapi keluhan yang paling sering saya terima adalah orderan lama sampai. Ini memang selalu menjadi momok paling menakutkan buat konsultan yang berada di daerah. Tak ada kantor cabang resmi. Kurir lama mengantarkan paket ke rumah. Belum lagi langganan yang tak henti-henti meneror dengan pertanyaan 'barangnya sudah sampai belum?'.

Awalnya hal itulah yang membuat saya enggan untuk menawarkan katalog Oriflame ke banyak orang. Merekrut juga takutnya akan menambah masalah baru. Mengurus orderan sendiri saja sudah makan energi. Apalagi sampai harus ada banyak orang di bawah saya yang mengalami masalah yang sama. Namun semua itu bisa diatasi dengan adanya Service Point Order Oriflame.

Jika kita sudah berada di posisi 18% tak ada salahnya mendaftarkan diri untuk membuka Service Point Order Oriflame. Ini akan sangat membantu konsultan yang berada di daerah. Terutama di daerah hulu Kalimantan Barat.

Namun jika memang memungkinkan, saya sendiri tak masalah membantu downline yang tak berada di kota yang dekat dengan SPO untuk mendapatkan pesanan dengan cepat. Memang jadinya sedikit repot. Kirim dua kali. Dari kantor pusat ke SPO baru dikirim lagi menggunakan JNE. Tetapi buat banyak konsultan yang berada di pedalaman, menambah ongkos dari SPO ke alamatnya itu jauh lebih menguntungkan ketimbang orderannya lama tiba di rumah. Tak jarang pesanan datang setelah sebulan.

Padahal pelanggan pasti banyak yang komplen kalau sampai lama seperti itu. Mau dapat bantuan dari upline supaya barang cepat datang? Langsung aja daftar melalui Whatsapp 085213626011 atau BBM 79E87D9B.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan