Langsung ke konten utama

Mulasssss


Tadi pagi saya pikir saya sudah akan melahirkan bayi yang saya kandung. Pertama karena saya sulit sekali untuk berdiri dari tempat tidur. Kedua saya mengalami mulas yang cukup hebat di kampus tadi pagi. Saya sampai meringis turun ke lantai bawah. Tapi ternyata saya hanya sakit perut. Entah karena salah makan atau bagaimana, yang jelas saya buang air besar dengan lancar sekali tadi pagi. Sebenarnya saya senang bisa buang air selancar itu. Karena biasanya saya kesulitan untuk buang air besar.

Ternyata memang belum saatnya untuk lahiran. Hehehehe.. nggak kebayang kalau saya mulasnya di kampus dan kesulitan untuk turun dari tangga. Hanya bisa berdoa pas libur habis UTS baru brojol atau pas sedang di rumah. Jangan sampai pagi di kampus pulak. Kasihan teman-teman sekelas pasti cemas banget dibuatnya.

Selain itu saya hanya bisa meminta Umak mendoakan agar saya bisa lahiran dengan lancar dan normal. Jangan sampai ada sobekan kalau bisa. Jadi nggak perlu dijahit nantinya. Jangan angkat pantat, itu pesan kakak ipar saya sejak awal kehamilan. Saat melahirkan nanti jangan sampai kita mengangkat pantat supaya tidak terjadi sobekan di bagian bawah sana. Kakak ipar hanya pernah sobek satu kali dan hanya mendapatkan satu jahitan di kelahiran anak pertamanya. Sedangkan anak kedua dan ketiga tidak ada bagian yang sobek dan perlu dijahit lagi.

Prakiraan bidan saya akan melahirkan 14 April ini, beda dengan dokter yang punya tiga versi berbeda. Dokter Vidia mengatakan 11 Mei, dokter Badarul 16 Mei, dan dokter Neny 20 Mei. Kita lihat saja perhitungan siapa yang paling mendekati.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan