Langsung ke konten utama

Pembayaran Oriflame Melalui BRI Payment Gateway



Cara pembayaran Oriflame selain melalui Bank Mandiri dan BCA sekarang juga sudah bisa melalui BRI Payment Gateaway. Memang bukan melalui ATM atau internet banking. Tapi model pembayaran seperti ini akan sangat membantu buat teman-teman yang di lokasinya tidak tersedia Bank Mandiri atau BCA. Seperti yang kita tahu, BRI itu kayaknya di mana-mana ada. Sampai di pelosok desa juga masih bisa ditemukan bank yang satu ini. Kayak di kampung saya, BRI tuh sudah lama sekali ada. Sejak saat saya masih kecil malahan. Walaupun sepi sih penggunanya dulu. Beda dengan sekarang, mesin ATM saja sudah terpasang di beberapa tempat di kampung saya.

Nah buat teman-teman konsultan Oriflame yang tidak menggunakan Bank Mandiri atau BCA, bisa menggunakan BRI Payment Gateway.

Dapatkan kemudahan membayar Order & Pendaftaran menggunakan fasiltas Setoran Tunai di seluruh cabang BRI TANPA HARUS KONFIRMASI
LANGKAH-LANGKAH PEMBAYARAN ORDER & PENDAFTARAN MENGGUNAKAN SETORAN TUNAI DI CABANG BRI
  1. Datang ke salah satu cabang BRI yang tersebar di Seluruh Indonesia
  2. Mengisi Slip Penyetoran (Deposit Slip) BRI berwarna biru
  3. Datang ke counter Teller BRI
  4. Serahkan Uang Tunai serta Slip Seturannya.
  5. Teller BRI memperoses pembayaran.
  6. Setelah selesai menginput data, Teller BRI akan menyerahkan Bukti Pembayaran.
  7. Transaksi selesai
Dengan menerima bukti pembayaran tersebut, Anda tidak perlu lagi mengkonfirmasi pembayaran kepada kami. Karena secara otomatis order Anda sudah terproses di sistem Oriflame. 

Contoh Slip Setoran:

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan