Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (22)

Saya pikir di dalam perut saya tidak hanya ada kolam renang tapi juga lapangan bola. Gerakan sang bayi semakin ekstrim. Kapan saja dan di mana saja. Saya semakin susah tidur. Untungnya untuk kuliah sendiri saya masih bisa memaksakan diri untuk bangun walaupun sangat mengantuk. Selain itu saya juga semakin susah untuk berjalan dan naik tangga. Untungnya di ABA tangganya jaraknya pendek antara satu dengan yang lainnya. Sehingga tak perlu mengangkat kaki terlampau tinggi untuk ke kelas.

Teman-teman kampus sekarang bergantian memegang perut saya. Karena si bayi suka bergerak dan terlihat oleh mereka. Sebagai satu-satunya ibu hamil di kelas ya merasa diistimewakan jadinya. Teman-teman jadi lebih perhatian dan selalu bertanya saya pulang dengan siapa. Oiya mereka juga selalu bilang 'hati-hati' kalau saya mau pulang. Menyenangkan sekali menjadi seorang ibu hamil.

Walaupun saya kadang berpikir, apakah saya bisa menjadi ibu yang baik untuk dia nantinya? Apakah dia akan senang menjadi anak saya selamanya? Atau bagaimana dia saat sudah besar nanti? Saya waktu tahu pertama kali saya hamil mengalami ketakutan soal itu yang luar biasa. Sering saya menangis tengah malam karena memikirkannya. Sekarang sih sudah jarang. Kadang aja terpikir tapi cepat terhapuskan oleh semua tendangan yang saya rasakan.

Saya harus yakin bisa menjadi ibu yang baik untuk anak ini. Memberikan semua yang dia butuhkan dan segenap cinta yang saya punya. Agar dia tahu, bahwa dia adalah orang yang paling berharga yang akan selalu saya cintai sampai tutup usia nanti. Bahkan bisa saya katakan, cinta saya padanya akan jauh melampaui cinta saya pada Abahnya.

Oiya, saya tidak mengandung anak kembar seperti harapan saya. Satu aja sudah susah seperti ini apalagi kembar, tak terbayangkan ukuran perut yang akan saya bawa keliling Pontianak setiap harinya. Sekarang berat badan sudah 59kg. Berat tertinggi yang pernah saya miliki tapi yang berkembang hanya di bagian perut. Bagian lainnya masih seperti biasa. Tidak membengkak. Ukuran kaki dan tangan juga masih seperti saat saya 51kg.

HB (sel darah merah) saya saja yang turun mendekati kelahiran bayi ini. Sebab diambil oleh sang jabang bayi yang terus tumbuh. Sebenarnya untuk menambahnya dengan cepat cukup makan hati sapi dan telor ayam kampung. Tapi ya itu. Saya kurang suka hati sapi. Paling telor ayam kampung saja buat sarapan.

Beberapa kali saya mendengar ibu-ibu lain ngomongin soal lemak yang bisa jadi ada pada bayi tertentu. Karena ibunya kebanyakan pisang, katanya. Ada pula yang bilang karena kebanyakan makan bakso. Setahu saya jika yang mereka maksud adalah vernix, itu selimut alami bayi dan bukan hal yang harus dihindari. Malah sangat baik apabila bayi lahir penuh dengan lemak di sekujur tubuhnya. Sebab fungsi lemak tersebut adalah melindungi bayi yang baru lahir yang tentunya masih sangat rentan dengan penyakit.

Saya cuma agak heran ada yang melarang saya makan pisang karena khawatir bayinya akan lahir penuh lemak. Pisang baik buat saya dan lemaknya baik buat sang bayi. Jadi untuk apa takut dengan kehadiran lemak tersebut? Bahkan saat bayi lahir, lemak tersebut sebaiknya tidak langsung dibersihkan. Melainkan dibiarkan dulu beberapa jam. Apalagi sebenarnya lemak tersebut bisa terserap kembali oleh kulit bayi.

Saya rasa ibu hamil lainnya harus banyak-banyak membaca. Jangan hanya mendengar kata orang meskipun orang tersebut sudah punya banyak anak. Belum tentu pengetahuannya benar dibandingkan yang baru saja hamil.

Oke, saya lanjut hamil dulu ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma