Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (16)

Ternyata pergerakan yang selama ini saya rasakan belum ada apa-apanya dibandingkan yang berikutnya. Semakin bertambah usia janin ini gerakannya semakin lincah. Bergerak dengan penuh energi. Kadang gerakannya bisa terlihat dari luar perut. Belum jelas itu gerakan tangan atau kakinya. Saya belum merekam video apa pun walaupun gerakannya sangat jelas sekarang. Masih mikir mau direkamnya bagaimana?

Pakai smartphone dan tripod? Soalnya maunya merekam setiap hari nantinya. Kemudian digabung dan dipercepat biar bisa melihat gerakannya dengan lebih jelas. Akan jadi kenangan yang indah sekali pasti buat sang bayi. Setidaknya dia bisa melihat proses selama saya hamil dan dia masih belum lahir ke dunia.

Gerakan-gerakan inilah mungkin yang akan saya rindukan saat dia sudah dewasa nanti. Bahkan suatu hari dia akan memulai kehidupan barunya bersama orang lain. Ah... padahal dia lahir saja belum. Sudah panjang sekali yang saya pikirkan. Bagaimana dia akan memulai sekolah dasarnya. Apa saja yang akan dia bawa untuk sekolah nanti. Begitu banyak hal yang ingin saya lakukan bersamanya nanti.

Sekarang masih harus menunggu sampai dia benar-benar lahir ke dunia ini. Entah bagaimana dia nantinya. Setidaknya sehat dan tidak banyak rewel sudah sangat menyenangkan. Sebab melihat dua bayi yang lahir di keluarga suami yang usianya beberapa bulan rasanya tak tega. Mereka banyak sekali rewel dan menangis.

ASI harus siap sedia dalam jumlah banyak ni. Soalnya saya tidak tega memberinya susu formula selama usianya masih dibawah 6bulan. Kalau bisa malahan dia tak perlu minum susu formula. Sepenuhnya ASI sampai dia usia beberapa tahun. Seperti saya waktu kecil dulu. Selama kuliah harus menyediakan ASI perah di kulkas buat dia minum sebelum saya pulang.

Pengennya sih bisa bersamanya sepenuh 6bulan. Tak ingin meninggalkannya sama sekali. Tapi kehamilan yang tak disadari membuat saya sudah terlanjur mengambil jadwal kuliah di STBA. Sekolah Tinggi Bahasa Asing. Iya sekarang bukan Akademi Bahasa Asing, sudah naik status menjadi sekolah tinggi.

Pengalaman menjaga dua adik sebelumnya menjadi pengetahuan yang sangat berharga untuk menjaga anak saya sendiri. Dua adik laki-laki dengan perbedaan sifat dan kebiasaan. Terutama dalam kerewelan. Jadi teringat dengan adik bungsu saya yang beranggapan bahwa anak saya saat lahir nanti akan menjadi adiknya. Bukan keponakan. Padahal dia akan menjadi paman sebentar lagi dan dia masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 3.

Saya sendiri tak membayangkan bahwa paman anak saya ini masih sangat kecil dan malahan dia bisa menjadi abangnya. Ternyata dua kelahiran adik saya menjadi cerita tersendiri buat anak saya nantinya. Bagaimana mereka berteman dan menghabiskan waktu bersama saat mulai dewasa nanti. Pasti menyenangkan punya paman yang usianya jaraknya tak jauh dari dirinya.

Beda dengan saya yang pamannya sudah terlanjur tua saat saya mulai sekolah dulu. Jadi ada jarak usia yang sangat jauh dibandingkan usia anak saya dengan pamannya nanti.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma