Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (7)

Ibu. Umak. Bunda. Mommy. Dialah orang yang pertama kali muncul di dalam kepala saya ketika saya tahu saya mengandung. Saya sering memikirkan bagaimana ya rasanya waktu Umak mengandungkan saya? Apa yang saya lakukan di dalam sana. Berapa banyak tendangan yang saya lakukan? Apakah Umak senang melihat wajah mungil saya untuk pertama kalinya?

Satu hal yang pasti saya rasakan hingga hari ini. Bahwa saya tak bisa membalas apa pun yang telah Umak rasakan dan lewati hanya untuk membuat saya ada. Betapa dia sangat kuat dan tak bisa dibandingkan dengan apa pun yang ada di dunia ini. Akhirnya saya mengerti mengapa posisi ibu didahulukan sampai 3 kali dibandingkan ayah di dalam Islam. Memang demikian tingginya posisi seorang ibu di dunia ini.

Sewaktu menikah tahun 2013 lalu, yang jelas, saya melihat cinta Abah untuk saya. Sedangkan saat hamil saya merasakan cinta Umak yang mengalir di dalam darah saya. Sama seperti saya mencintai bayi yang ada di dalam perut saya walaupun kami belum bertemu sama sekali. Hanya gerakan-gerakan tubuhnya yang terasa di dalam perut ini.

Dia mengajari saya banyak hal. Mengajari saya untuk lebih kuat. Lebih sabar. Bahkan lebih bersyukur dengan banyak hal yang ada di dunia ini. Hal-hal kecil sekalipun. Itulah ajaibnya ketika kamu akhirnya hamil. Merasakan banyak hal yang selama ini barangkali hanya lewat begitu saja. Saya bersyukur tak membuat ancang-ancang untuk cepat hamil kemudian kecewa karena tak kunjung hamil.

Sebab banyak pasangan yang dibikin pusing karena belum dikaruniai anak di dalam keluarga kecilnya padahal sudah lebih dari setahun menikah. Saya sendiri tak sampai setahun akhirnya benar-benar hamil. Hamil yang tak disadari. Bahkan saya ingat banget ketika ada yang bertanya apakah saya sudah hamil saat masuk ABA beberapa bulan lalu, dengan enteng saya menjawab 'belum'. Padahal saat itu saya sudah hamil sebenarnya. Saya tak sadar sama sekali.

Namun satu hal yang harus dipahami. Bahwa hidup bukan soal siapa yang lebih dulu menikah atau kemudian punya anak. Sebab di luar sana masih banyak sekali orang yang belum menikah atau sudah menikah tapi belum diberikan momongan. Ada yang sampai menua tak diberikan keturunan sama sekali. Apakah kebahagiaan mereka harus berkurang hanya karena ada yang kepo bertanya 'sudah isi' atau 'kapan hamil'. Itu pertanyaan yang sangat mengganggu buat sebagian orang. Terutama saya sendiri.


Saya sendiri tak pernah menanyakan hal seperti itu pada orang. Itu privasi yang harus dihormati. Saya rasa. Entah apa pendapat orang lain di luar sana.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma