Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (6)

Selama kehamilan ini, berat badan saya naiknya tak begitu drastis. Padahal sekarang mendekati 7 bulan. Tubuh saya juga tak begitu melar. Hanya bagian perut saja yang semakin membuncit. Jadi tak ada lagi rok bunga-bunga kesukaan yang bisa dikenakan. Berganti dengan dress panjang longgar atau gamis batik.

Gerakan janin yang ada di dalam juga semakin ekstrim. Rasanya perut ini diaduk-aduk setiap harinya. Tak terbayangkan kontraksi saat akan melahirkan nanti. Berharapnya jangan sampai terlalu lama dan terlalu menyakitkan. Walaupun saya tahu, setiap ibu, termasuk saya akan sanggup menelan semua rasa sakit yang akan datang pada saat janinnya memberontak lahir.

Karena cinta seorang ibu yang sangat mendalam. Tak ada cinta yang bisa mengalahkan perasaan seorang ibu pada bayi yang dikandungnya. Meskipun banyak pula ibu kandung yang membunuh bayinya karena malu. Entah mengapa bisa setega itu melakukannya. Padahal saat saya pertama kali merasakan tendangannya atau melihat bentuknya pertama kali dari hasil USG, saya merasakan perasaan yang tak dapat dibandingkan dengan perasaan cinta apa pun yang ada di dunia ini.

Rasa senang mendapatkan hadiah apa pun dalam perlombaan terkalahkan begitu saja. Tak ada yang bisa menandingi rasa menyenangkan mengandung seorang bayi di dalam rahim sendiri. Saya merasakan lengkapnya menjadi seorang perempuan.

Sekarang setiap gerakannya bisa terlihat dari luar. Kulit perut saya bergerak-gerak karena ada tekanan dari dalam. Kadang gerakannya lembut, kadang sedemikian lincahnya sampai saya harus berbaring membiarkannya puas bergerak dulu di dalam. Kalau gerakannya sudah mereda barulah bisa beraktivitas lagi.

Bagian yang sakitnya selalu terasa setiap hari sebenarnya di selangkangan bagian kanan. Jadi kaki kanan saya tak begitu bebas digerakkan. Dari banyak artikel yang saya baca sih, katanya perempuan hamil akan merasakan sakit di bagian selangkangan sampai masa melahirkan. Sebab tubuh sedang dipersiapkan untuk semua pembukaan saat kelahiran.

Betapa hebatnya perempuan di dunia ini yang bisa melahirkan berkali-kali dan menahan semua rasa sakit selama hamil dan ketika melahirkan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma