Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (21)

Acara nujuh bulanannya akhirnya kelar. Semua prosesi adat sudah dilewati. Makanan juga sudah dibagikan ke banyak orang yang datang. Alhamdulillah. Tinggal menunggu kelahiran jabang bayi ini. Perut sudah sangat buncit. Walaupun sebenarnya saya sudah melihat perut orang lain yang jauh lebih buncit dan mereka jauh lebih sulit untuk berjalan dibandingkan saya.

Satu hal yang paling saya ingat sewaktu memeriksa bayi ini beberapa bulan lalu adalah saat bidan memperdengarkan bunyi detak jantungnya. Detaknya sedemikian nyaring seakan ingin menyatakan bahwa dia baik-baik saja setelah jalan-jalan ke Pulau Temajok dan Kepulauan Seribu. Bahwa dia sangat kuat. Sangat ingin sehat dan bersama kedua orang tuanya. Ingin meneteskan air mata rasanya waktu saya bisa mendengar suara detaknya.

Entah bagaimana terharunya saya nanti ketika melihat wajahnya untuk pertama kali. Ada bagian dari diri saya di dalam dirinya. Melihat anak orang lain bersama ibunya saja sudah membuat saya sangat senang. Membayangkan anak saya akan melakukan hal selucu anak orang. Mendapatkan suapan dari tangan anak yang saya besarkan. Alangkah indahnya masa-masa bersama anak ini nantinya.

Saya melihat seorang anak perempuan menyuapi agar-agar untuk ibunya. Mengharukan. Dia bertindak seakan-akan dia lebih dewasa dari ibunya. Ibunya sendiri terlihat agak malu disuapi begitu. Tetapi saya sendiri memperhatikan dengan iri. Berharap sayalah nantinya yang akan disuapi seperti itu oleh anak saya. Anak yang sekarang gerakannya semakin lincah.

Saya tahu ruangan yang dia tempati sekarang sangat sempit. Dia menerjang ke sana ke mari seakan ingin membuat perut saya lebih besar. Sesuatu yang agak mustahil untuk terjadi kalau melihat bentuknya sekarang ini. Berat badan saya tak banyak naik. Jadi kemungkinan perut ini untuk membesar lebih dari ini akan kecil. Apalagi bidan bilang naiknya 8kg-12kg sudah cukup.

Itu artinya saya tak perlu naik lebih banyak dari ini. Walaupun beberapa ibu hamil bisa mengalami kenaikan yang berlebihan sampai 20kg totalnya. Paling banyak terjadi ketika usia kandungan 8-9bulan. Saya sendiri sudah mengandung 32 minggu. Belasan minggu tanpa sadar.

Tadi saya mencoba membuat rekaman video perut saya yang bergerak-gerak. Sudah ada gerakan yang terekam. Besok akan merekam lagi lebih banyak. Supaya lebih banyak kenangan yang bisa kami nikmati bersama saat bayi ini beranjak besar.

Sekarang ini saya hanya bisa menikmati tendangannya setiap hari. Paling banyak di bagian kanan perut saya. Jenis kelaminnya jangan ditanya. Soalnya masih belum kelihatan juga saat di-USG. Saya lebih senang jenis kelaminnya menjadi kejutan sih sebenarnya. Tapi banyak sekali yang bertanya. Agak menyebalkan memang. Jadinya saya merasa harus USG lagi dan melihat dengan benar jenis kelaminnya. Semoga tidak salah lihat sih.

Maunya cewek apa cowok? Ini pertanyaan mengganggu lainnya. Cewek atau cowok yang paling penting sehat bayinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…