Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (2)

Jika orang mengatakan bahwa jatuh cinta itu seperti merasakan sebuah sensasi kegelian karena ada kupu-kupu di dalam perut kita yang beterbangan, mereka pasti belum pernah hamil. Sebab perasaan ketika seorang bayi bergerak di dalam perut kita itu jauh lebih mirip dengan kepakan sayap seekor kupu-kupu.

Eh iya, tahu hamilnya kapan saya?

Setelah beberapa bulan telat datang bulan saya baru memeriksanya. Sebelumnya memang sering telat datang bulan. Jadi saya tak begitu curiga dengan telat datang bulan kali ini. Setelah tiga bulan nggak kedatangan tamu saya mencoba menggunakan tespek. Benar saja. Ada dua garis di sana.

Namun saya tak lantas melaporkannya pada orang tua kami. Pertama tak ingin terburu-buru, takutnya ini kesalahan pada tespek. Mengingat saya sama sekali tak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti muntah, morning sickness, atau ngidam yang aneh-aneh. Rasanya masih diri saya yang normal seperti biasanya. Paling saya lebih mudah ngantuk dan tidur siang dibandingkan biasanya.

Saya banyak sekali tidur. Susah bangun juga. Bukan tanda-tanda orang yang hamil pada umumnya. Beberapa hari kemudian ke puskesmas untuk mengecek kepastiannya. Ternyata positif. Kaget. Karena tak merencanakan untuk hamil dalam waktu dekat bahkan saya sedang kuliah di ABA saat ini. Tanpa tahu saya sedang hamil.

Tiga bulan pertama waktu itu masih biasa saja. Tak banyak yang aneh rasanya. Cuma suami mulai mengambil langkah untuk mengantar jemput kuliah. Kemana-mana juga diantar. Nggak boleh pergi sendiri. Pekerjaan rumah juga tak perlu saya kerjakan. Hanya kuliah dan menulis yang masih aktif. Mencuci piring, beres-beres rumah, dan mencuci pakaian sudah suami yang mengurusnya.

Ternyata menyenangkan juga menjadi ibu hamil. Hehehe...

Saat saya menuliskan ini usia kandungan saya sudah 6bulan. Tinggal beberapa bulan lagi, saya sudah akan bertemu dengan sang bayi yang sekarang aktif menendang setiap hari. Tak peduli siang atau malam.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma