Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (19)

Tak ingin jauh-jauh dari suami rasanya selama hamil ini. Untung suami kerjanya dagang jadi gampang. Apalagi kalau dia bolak-balik rumah beberapa kali dalam sehari. Bisa bertemu berkali-kali dan bisa makan siang bersama-sama. Rasanya kebersamaan adalah hal yang paling menyenangkan. Pernah sih berpisah beberapa hari saat saya harus ke Kepulauan Seribu bersama pemenang Tulis Nusantara 2013 yang lain. Kangen berat. Apalagi ternyata di sana susah sinyal. Hanya ada sinyal indosat.

Pengennya nempel terus sama suami. Apa pun keadaannya. Sekarang emosi juga nggak semeledak-meledak awal kehamilan. Bawaan sekarang rumahnya lebih nyaman kali ya? Suasananya lebih adem dan tenang dibanding rumah yang kami tempati sebelumnya. Untung tak perlu membesarkan anak di rumah yang sana.

Perut semakin membesar dan kaki kanan saya masih sulit diajak beraktivitas terlalu banyak. Padahal ibu hamil disarankan banyak jalan. Eh ini mau jalan ke dapur aja susahnya minta ampun. Belum lagi kalau harus jongkok terus berdiri. Dari baring ke berdiri aja nyeri sekali di pangkal paha. Apakah ada tulang yang bergeser di sana? Kemungkinan itu pasti ada. Soalnya ukuran jabang bayinya semakin besar dan sudah bergerak ke mana-mana.

Selera makan masih sangat baik. Apa saja saya lahap sampai habis. Sempat sih beberapa waktu lalu demam, batuk, pilek, dan tenggorokan sakit banget. Selera makan jadi sedikit berubah. Ada makanan yang diinginkan tapi bukan makanan yang ada di rumah. Untungnya sih semangkuk bubur pedas atau lontong sayur sudah sangat menggugah selera. Nggak susah dikasih makan sih orangnya.

Oiya, tidur malam juga sekarang tak sesulit biasanya. Biasanya saya harus menunggu sampai pagi baru terlelap. Paling awal dini hari. Itupun tidurnya biasanya tidak begitu nyenyak. Sekarang lumayan nyenyak. Jam 10-11 sudah terlelap. Itu jam yang sudah cukup awal buat saya selama kehamilan. Bangunnya juga tidak sesulit biasanya. Cuma ada masalah dengan kaki kanan. Itu saja.

Pergerakan bayinya yang biasanya membuat saya terbangun tengah malam lalu tidur lagi. Namun tendangannya tak begitu keras kok. Cukup lembut untuk sebuah tendangan. Tetapi cukup keras untuk membangunkan saya dari tidur yang nyenyak. Sebenarnya sih dia bergerak sepanjang waktu. Hanya ada waktu-waktu gerakannya sangat aktif, ada pula yang gerakan pelan saja.

Barangkali saya setelah diurut sama dukun beranak beberapa waktu lalu menjadi lebih gampang ngantuk dan tertidur. Tak ada salahnya datang lagi ke sana buat urut badan. Kangennya sih sama pijatan di Nakamura. Dari banyak tempat pijat, saya rasa itu tempat pijat yang membuat saya paling betah dipijat 2jam dan hasilnya sangat menyegarkan. Apalagi suasana tempatnya yang menenangkan.

Suatu hari ingin mengajak Uwan dan Umak ke sana. Merasakan enaknya dipijat ala Jepang di Nakamura. Pasti akan sangat menyenangkan buat mereka. Nanti kalau mereka sudah ada waktu buat ke Pontianak.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan