Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (17)

Akhirnya ketemu juga dengan tukang urut orang hamil. Pengennya sih diurut supaya bagian yang sakit cepat sembuh. Maklum sekarang mau jalan kaki aja susah banget. Kaki kanan bagian paha atasnya ngilu banget. Ternyata tukang urutnya malah memperbaiki posisi sang bayi. Posisi bayi yang sempat sunsang dan melintang, sekarang sudah berada di posisi yang benar.

Cukup menyakitkan pas diurutnya. Tapi sudah agak tenang karena posisinya sudah tak sunsang lagi. Soalnya kalau sunsang pasti susah melahirkan secara normal. Saya sendiri tak ada rencana buat melahirkan lewat operasi. Pengennya normal aja. Takut aja membayangkan harus dibelah perutnya lalu dijahit kembali. Memang mendingan normal saja sih. Sesuai dengan yang Umak jalani sampai 5 kali.

Tak terbayangkan melahirkan sampai 5 kali. Bagaimana sakitnya ya? Soalnya bidan yang tadi mengurut saya mengatakan bahwa rasa sakit tertinggi untuk setiap perempuan di dunia ini adalah saat melahirkan. Tak ada rasa sakit yang bisa menandingi rasa sakit tersebut. Baru diurut saja sakitnya bukan main apalagi pas ngelahirin ya.

Makanya nggak beh durhaka sama orang tua. Itu sih yang saya ingat setiap hari. Terutama pada Umak. Soalnya sampai sekarang rasanya masih belum sepenuhnya berbakti pada Umak dan Abah. Tiba-tiba saja sudah diambil orang dan dijadikan istri. Untungnya selama ini tak pernah membentak Umak. Bicara kasar pun menakutkan kalau terhadap Umak. Apalagi sampai mendurhakai semua kepercayaan beliau.

Itu sebabnya saya juga ingin dipanggil Umak. Sama seperti saya memanggil ibu saya, Umak. Bukan mama apalagi bunda. Aneh saja rasanya dipanggil selain Umak oleh anak saya nantinya. Semoga saja mereka tidak malu memanggil saya dengan panggilan dari kampung saya itu. Umak. Hanya Umak. Bukan yang lain.

Tadi sehabis urut sih bagian perutnya yang lumayan nyaman. Bagian paha kanan atas masih agak ngilu. Cara saya berjalan pun jadi sedikit aneh. Sedikit pincang kelihatannya. Saya seharusnya banyak-banyak berjalan, tapi gara-gara kaki yang sakit begini, jalan-jalan kaki di halaman jadi sedikit menyakitkan. Berbeda dengan naik turun tangga yang ternyata lebih mudah dari jalan di jalanan yang datar.

Semoga omongan bidan, dokter, benar bahwa nanti saat sudah selesai melahirkan paha kanan atas saya tak lagi susah digerakkan. Jalan kaki pun tak sesulit sekarang. Mengingat saya masih banyak sekali kegiatan di luar rumah. Kadang kita kurang mensyukuri kesehatan yang diberikan oleh Allah sampai akhirnya diberi penyakit yang membuat kita sadar selama ini kita diberkahi dengan banyak sekali kesehatan.

Bidan yang mengurut saya hebat sekali. Sekali pegang dia langsung tahu usia kandungan sudah lebih dari 6 bulan. Padahal hanya bidan kampung. Sudah tua pula. Tapi sampai sekarang dia masih menerima banyak panggilan untuk membantu orang melahirkan dan sampai prosesi gunting rambut. Saya sendiri tak berniat untuk menggunakan jasanya untuk membantu melahirkan. Saya masih ingin dibantu oleh bidan puskesmas atau dokter kandungan saja.


Bagaimana dengan teman-teman sendiri yang sekarang sedang mengandung juga?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…