Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (1)

Awalnya saya sangat takut untuk hamil. Tepatnya belum siap untuk benar-benar mengandung. Apalagi mengingat sedemikian banyaknya orang yang menceritakan bahwa mengandung itu bukan hal yang mudah, belum lagi mengingat bagaimana sakitnya melahirkan bayi tersebut dari rahim kita. Berapa banyak bagian yang sobek. Saraf yang putus. Tulang yang bergeser dan banyak lagi.

Menakutkan!

Makanya ketika beberapa bulan pertama menikah saya cukup senang saya belum berisi. Walaupun cukup menyebalkan pertanyaan banyak orang mengenai 'kapan hamil?'. Kepo banget orang di dunia ini ya? Padahal ibu saya sendiri nggak pernah bertanya kapan saya ingin hamil atau menyarankan meminum sesuatu biar cepat hamil.

Apalagi masih banyak hal yang ingin saya kejar di dunia ini yang saya pikir tidak melibatkan seorang bayi di dalamnya. Terlepas dari takutnya saya untuk hamil dan melahirkan sebenarnya. Banyak orang sih kepengennya menikah langsung isi. Cepat-cepat punya anak seakan menjadi harga mati yang harus mereka bayar setelah pernikahan.

Hidup sebenarnya bukan masalah siapa duluan selesai kuliah. Bukan soal siapa yang duluan menikah. Apalagi tentang siapa yang duluan mengandung dan punya anak. Kebahagiaan tidak dibentuk seperti itu. Menurut saya. Bukan adu cepat antara satu dengan yang lainnya. Jadi buat kamu di luar sana yang masih sibuk kuliah. Masih belum menikah. Atau sudah menikah tapi tak kunjung hamil juga. Nikmati apa yang ada hari ini dengan penuh rasa syukur sebab pada akhirnya hidup hanya soal mensyukuri apa yang kita punya. Bukan sesuatu yang tak terjangkau di dalamnya.

Akhirnya, setelah beberapa bulan menikah. Sesuatu yang tak pernah saya rencanakan. Saya tidak menunda sih. Tapi memang tidak ada program cepat hamil. Saya sekarang harus mengatakan bahwa saya memang positif hamil. Beberapa bulan lagi, antara April dan Mei 2015 akan menjadi seorang ibu. Semua ketakutan yang pernah saya rasakan. Semua kekhawatiran yang menghunjam sudah menghilang.

Saya siap menghadapi semua rasa sakit melahirkan bayi ini. Ternyata tidak semenakutkan dibandingkan rasa senang ada yang bergerak-gerak di dalam rahim ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma