Langsung ke konten utama

Sejarah Resep Cookies Terlahir


Banyak sekali hal-hal yang hari ini begitu terkenal, ternyata lahir dari sebuah kecelakaan dan ketidaksengajaan. Salah satu hasil dari sejarah yang kebetulan itu adalah resep cookies.  Jika dilacak asal kata cookies, berasal dari bahasa Belanda yaitu keokjie. Koekjie sendiri memiliki arti kue kecil. Dahulu sebelum orang memanggang kue, mereka mengambil sejumput kecil adonan dan memasukannya ke oven untuk mengetes suhu oven, apakah sudah sesuai atau belum.  Puluhan tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1930-an, pemilik penginapan The Tol House Cookie di Massachusetts, saat akan membuat kue ia kehabisan kacang yang merupakan salah satu bahan utama. Sebagai ganti kacang, ia memutuskan untuk menggunakan sebatang cokelat yang kemudian dipotong-potong kecil. Potongan coklat tersebut diambahkan dengan mentega, gula, tepung, serta adonan cokelat. Setelah dipanggang, lahirlah kue cookie yang kita kenal hari ini. Nama cookie diambil dari nama penginapan si pemilik.
Pada abad 19, cookie dipopulerkan di Amerika Serikat dan Inggris dengan menyajikannya dalam kegiatan minum teh di kehidupan sehari-hari. Dari sanalah cookies disebut juga biskuit yang berarti roti manis, ini juga terjadi di Skotlandia. Banyak sekali ibu rumah tangga yang membanggakan kue cookie buatannya sehingga untuk pembuatannya dipilih mentega yang terbaik, dan kadang ditambah tetesan air mawar. Jika anda mencari resep kue cookies di buku masak Amerika Serikat, anda akan menemukannya di akhir bab mengenai kue, dengan nama yang sedikit aneh seperti Jumbles. Resep kue ini tidak memiliki ruang sendiri di buku masak Amerika Serikat.
Ada banyak sekali resep cookies di buku masak Amerika Serikat, sehingga tidak bisa dicatat dalam satu  buku resep.  Sedangkan resep kue sendiri dimungkinkan sudah ada sejak abad ketujuh di Persia. Cookies sendiri dapat dibagi menjadi berbagai macam tergantung dari metode persiapannya, bahan dominan dalam pembuatannya misalnya cookies cokelat, cookies kacang dan lain sebagainya. Untuk pembuatannya biasanya adonan dobentuk dengan tangan menjadi berbagai bentuk dan ukuran sesuai selera si pembuat.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan