Langsung ke konten utama

The Love Is Not Enough

Aku menatap wajahnya yang membeku. Tak tahu apalagi yang harus kulakukan selain mengaduk kopi hitam yang belum kuhirup sejak tadi. Tangannya yang besar terlihat mengepal. Dia marah. Itu pasti. Aku juga marah. Kedewasaan yang menahan kami berdua untuk mengeluarkannya di sini, sekarang ini. Dari sini aku bisa melihat orang yang berlalu-lalang karena cafe ini terdiri dari kaca bening yang besar. Hanya ada tiang-tiang kecil yang tak begitu mengganggu pemandangan.

“Kamu yakin?”

Suaranya yang juga besar memaksaku untuk menarik napas yang sangat panjang untuk menjawabnya dengan sebuah anggukan kecil.

“Setelah lima tahun, hanya begini akhirnya?”

“Seharusnya aku yang bicara begitu.”

“Siapa dia?”

“Seseorang yang mau menikah denganku.”

“Jadi?”

“Ya aku akan menjadi istrinya.”

“Bagaimana denganku?”

“Lima tahun aku ragu dengan posisiku dalam hidupmu.”

“Menikahlah denganku.”

“Maaf.”

“Batalkan pernikahanmu dengannya.”

“Tak bisa.”

Kuletakkan selembar kertas berwarna emas bersampul plastik padanya. Tertulis namanya di sana. Dia kembali membeku.

“Lima tahun aku memintamu untuk menjadi suamiku. Sekarang waktumu sudah habis.”

“Bukankah kamu mencintaiku?”

“Kadang cinta saja tidak cukup untuk modal pernikahan.”

Aku berdiri dan menyambar tasku. Meninggalkan kopiku yang belum kuhirup dan laki-laki yang selama ini kutunggu lamarannya sampai 5 tahun lamanya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…