Langsung ke konten utama

Tentang Kamu

Dia bukanlah tipikal lelaki yang langsung membuat perempuan jatuh hati. Sebab dia itu biasa saja. Penampilannya ya biasa saja. Cara berbicaranya sesuai dengan latar belakang keluarga dan pergaulannya. Dia tidak memiliki bentuk tubuh impian setiap lelaki di dunia ini. Jangan harap di perutnya ada bentuk kotak-kotak indah. Dia juga bukan lelaki setipe Rangga yang akan membuat perempuan klepek-klepek dengan sejuta puisinya.

Dia hanya seorang lelaki yang mencintai dengan cara biasa. Lelaki yang mengambil langkah biasa untuk memiliki seorang gadis, menikahinya. Melamarnya dengan cara yang biasa saja. Mengajaknya menikah. Itu saja. Tanpa tahu bagaimana perjalanan panjang selanjutnya yang bernama selamanya sampai maut memisahkan kita.

Dia juga sama dengan suami orang pada umumnya. Suami biasa yang akan membuatkan susu setiap pagi untuk istrinya yang sedang hamil muda. Lelaki yang menuruti kemauan perempuan yang akan dinikahinya untuk berhenti menyedot rokok selamanya. Lelaki yang kadang menyebalkan karena begitu mudahnya terlelap ke alam mimpi sementara istrinya masih terbangun di sebelahnya.

Namun suami yang biasa itulah yang akan berjaga semalaman saat istrinya batuk dan flu. Bersedia mengantar ke mana saja istrinya mau. Tak segan mengalah dan bersabar. Bahkan kalau perlu dia akan menggendong istrinya sepanjang yang istrinya mau. Dia hanya laki-laki biasa yang tidurnya sedikit mendengkur.

Jangan minta dia akan membuat kejutan ulang tahun dengan sebentuk kue cokelat dengan lilin indah di atasnya. Sebab yang dia beli saat perayaan ulang tahun pertama istrinya adalah martabak dan lilinnya adalah lilin putih rumahan yang digunakan saat mati lampu. Dia hanya laki-laki biasa, itu yang saya rasa membuat istrinya bisa tidur dengan nyenyak di sampingnya setiap malam.

Laki-laki yang tak perlu memberikan semua akses sosial medianya untuk sang istri karena istrinya begitu khawatir dia punya affair di luar sana. Lelaki yang hanya dihubungi istrinya pada jam tertentu seperti jam makan siang atau jam pulang. Sepanjang bekerja tak akan terganggu oleh kecurigaan istri. Sebab dia hanya lelaki biasa dengan hati yang luar biasa.

Barangkali itu yang membuat seorang perempuan rela menyatukan hidup bersamanya sampai ajal menjemput satu di antara mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan