Langsung ke konten utama

Sebuah BUMN Melarang Pegawainya Kenakan Jilbab Syar'i?

Beberapa hari terakhir ini kita pasti liat tuh banyak yang share mengenai ini di sosial media. Ah ternyata memang benar adanya bahwa mulut manusia di dunia ini memang sedemikian panjangnya. Berita ini benar tidaknya tersampaikan ke mana-mana. Tulisan ini sih tidak akan membahas soal berita tersebut hoax atau bukan sebab kalau ditelusuri dengan mendalam kita tentu akan menemukan benang merahnya. Ini sosial media Bung! Kita tak tahu lagi mana fakta dan bukan.

Mengapa?

Media profesional saja sudah tak jelas lagi mana yang bisa dipercaya. Saya sendiri sudah tak berminat membaca headline news. Lebih suka baca-baca berita unik, setidaknya lebih menghibur dari dongeng-dongeng politik negeri ini. Di televisi saja saya lebih suka tahu berita tentang kecelakaan atau pembunuhan yang entah siapa korban dan pelakunya. Saya rasa berita yang seperti itu lebih jelas kebenarannya.

Mengerikan!

Itu yang saya rasakan ketika ada berita bombastis seperti pemberitaan soal pegawai di sebuah BUMN dilarang mengenakan jilbab syar'i, jilbab yang sesuai dengan aturan agama Islam. Apakah berita itu diplintir? Apakah ada yang membombastiskannya? Siapa fitnah siapa? Entahlah...

Hanya Tuhan, wartawan, dan yang menyebarkan foto tersebut untuk pertama kalinya yang tahu. Sebagai orang yang tak berniat jadi pegawai lembaga mana pun saya hanya bisa banyak-banyak bersyukur karena tak akan ada yang mengatur cara saya berpakaian bahkan sampai cara saya berpikir. Hanya suami yang akan melakukan hal tersebut.

Sekarang jadi berpikir puluhan kali hanya sekadar untuk menekan tombol 'share'. Takutnya berita tersebut diragukan kebenarannya. Jika tak ada yang bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya berarti kita sudah ikut menyebarluaskannya dan kecipratan dosa juga kalau ternyata berita tersebut bohong.

Ngeri...

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma