Langsung ke konten utama

Pulau Harapan: Koin, Koin

Oktober kemarin memang akhirnya jalan-jalan ke Kepulauan Seribu. Ini adalah hadiah Tulis Nusantara 2013 lalu. Bersama pemenang lainnya kami ke Jakarta dulu, menginap satu malam di hotel dan berangkat ke Muare Angken, menuju Kepulauan Seribu. Kondisi tubuh saya waktu itu memang kurang fit. Apalagi sedang hamil muda dan terpapar asap rokok dari pemenang lainnya.

Sebagai seorang perempuan yang alergi berat dengan rokok dapat dipastikan betapa parahnya saya bersin, demam, dan batuk waktu itu. Bahkan hampir semalaman saya tak bisa tidur selama di rumah sewaan tempat kami menginap. Cuacanya memang cukup ekstrim. Siang panas bedengkang malamnya cukup dingin. Hidung meler dan kepala pusing banget.

Memang tak bisa menyalahkan orang yang sama diri sendiri saja tak peduli untuk peduli dengan orang lain yang tak bisa terpapar asap rokok. Selain mengalami sakit yang cukup parah selama di sana dan cukup membuat saya tak banyak memotret tempat di sana karena saya lebih suka berbaring selama di perahu motor yang membawa kami menyeberang dari Muare Angke ke Kepulauan Seribu.

Hal pertama yang saya ingat selain banyaknya asap rokok yang saya hirup waktu itu, saya juga mengingat anak-anak kecil yang berenang di pinggir Pulau Harapan. Mereka memanggil-manggil sambil meneriakkan 'koin, koin'. Saya pikir mereka menawarkan 'kue, kue' waktu itu. Pendengaran saya memang selalu bermasalah kalau sedang sakit parah. Apalagi pilek.

Ternyata itu adalah cara yang dilakukan anak-anak di sana untuk mendapatkan uang. Jadi kita diminta melempar koin ke laut lalu anak-anak kecil itu akan berebutan untuk menyelam dan mendapatkan uangnya. Pemandangan uang menarik sebenarnya. Cuma saya yang tadinya salah dengar 'koin' menjadi 'kue' tidak melemparkan apa-apa ke laut untuk anak-anak itu.

'Koin, koin'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…