Langsung ke konten utama

Petai Padi

Dulu sekali, petai bukanlah makanan yang saya suka. Bahkan sebelum mencobanya saya sudah menolak untuk memakannya. Sampai akhirnya ada petai cina di rumah. Petai yang baunya tidak semengganggu petai biasa. Petai cina-lah yang pertama kali saya coba. Rasanya sih kurang lebih sama. Ukuran dan baunya saja yang berbeda. Gara-gara suka sama petai cina akhirnya saya mau mencoba petai yang biasa.

Ternyata petai biasa juga enak rasanya walaupun memang menimbulkan bau yang kurang sedap. Saat kita buang air dapat dipastikan kamar mandi akan berbau petai.

Paling sedap petai disajikan dengan udang dan cabai. Sambal goreng petai udang itu selalu enak buat saya. Walaupun sajian petai yang saya ingat sampai hari ini adalah sajian petai rebus yang sama makan bersama nasi hangat, sambal terasi, dan udang rebus dengan kulitnya. Itu adalah masakan Umak waktu saya masih SMP. Saya bisa mengingatnya karena saya sempat tinggal bersama Umak sebentar saat SMP sampai akhirnya pindah lagi ke rumah Uwan.

Satu hal yang tidak menyenangkan berkumpul bersama Umak dan Abah adalah saudara tertua saya yang suka menyiksa saudaranya karena rasa iri dan dengki akut di dalam hatinya.

Kembali lagi bicara soal petai rebus masakan Umak. Waktu itu Umak memasaknya dengan cara mengikis kulit luarnya dengan pisau dan memotong-motong petai tersebut dalam keadaan masih tertutup kulit luar yang sudah dikikis. Kemudian direbus. Ternyata petai tersebut bisa dimakan dengan kulit-kulitnya sekaligus. Sedap sekali. Apalagi udang rebus yang Umak masak dengan bumbu kunyit juga gurih.

Setiap orang di rumah hanya mendapatkan sedikit bagian udang rebus. Karena memang waktu itu kondisi keuangan keluarga sedikit ada masalah. Tapi saya bisa membagi udang itu untuk tiap suapan nasi. Umak merebusnya pasti karena udang yang dibeli tak banyak. Jika digoreng tak bisa dibagi berempat untuk dirinya, Abah, saya, dan adik perempuan saya. Waktu itu dua adik laki-laki saya memang belum lahir.

Hingga hari ini, sambal terasi yang menemani makan siang kami juga masih saya ingat. Kuah udang rebus itu pun masih bisa saya hirup aroma dan rasanya.

Ah saya rindu sekali dengan masakan Umak saya.

Beberapa hari yang lalu, kiriman Umak sampai di rumah. Di dalamnya ada petai padi. Petai yang enak sekali. Saya bisa makan lahap sekali beberapa hari ini hanya dengan membakar petai tersebut. Ya walaupun suami harus sedikit bersabar dengan aromanya yang harum mewangi. Besok mudah-mudahan bisa bikin sambal terasi untuk teman petai padinya. Supaya makannya tambah lahap.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…