Langsung ke konten utama

Romantisnya....

Ah pasti sudah banyak yang nonton Ada Apa dengan Cinta versi 2014. Minidrama produksi dari LINE yang sebenarnya adalah iklan untuk fitur terbaru LINE FIND ALUMNI ini memang sukses menyedot banyak remaja yang sekarang beranjak menua. Dewasa dan rata-rata sudah punya pasanganlah kalau waktu nonton AADC tahun 2002 sudah duduk di bangku SMA. Saya sendiri tahun 2002 itu antara kelas 1 dan 2 SMA. Klepek-klepek menonton Rangga di masa lalu ternyata terulang 12 tahun kemudian.

Yap, Nicholas Saputra yang 12 tahun kemudian menjadi laki-laki yang sekarang kita lihat di minidrama tersebut sudah menjadi laki-laki yang sesungguhnya. Tak ada lagi rambut berombaknya yang agak gondrong dan pasti sempat ngetrend beberapa lama. Ya ampun Ranggaaaaaa.... *histeris*

Ternyata saya juga penonton yang belum move on dari kisah Cinta dan Rangga. Ah so sweet ya kalau beneran ada kisah cinta kayak gitu. Walaupun minta jambak-jambak juga sih sebenarnya. Masa' selama 12 tahun nggak ngasih kabar apa-apa tiba-tiba ngajak ketemuan? Sudah nonton lanjutan kisah AADC berkali-kali tapi sayangnya minidramanya terlalu pendek deh. Coba dipanjangin.

Menyenangkan sih melihat mereka berenam muncul kembali di iklan LINE FIND ALUMNI ini. Kangen dengan cara mereka saling memandang. Di bagian terakhir saat mereka ketemu lagi di bandara saya pikir senyum Nicholas terbaca seperti 'saya ingat 12 tahun lalu kita mengakhiri film ini dengan sebuah ciuman'. Uuuhhhhh....

Coba mereka berdua jadi suami istri di dunia nyata ya. Cocok banget kan? Ah.... Nicholas Saputra memang punya suara dan aura yang romantis sebagai seorang lelaki. Ganteng banget sih nggak juga ya. Masih banyak orang yang lebih ganteng dari dia. Namun aura yang dipancarkan dari dirinya itu memang sulit untuk ditepis. Aduhhh bikin melelehlah pokoknya.

Mata elangnya apalagi....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan